Cuaca ekstrem yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Cianjur dan hujan lebat disertai tiupan angin kencang yang tidak bersahabat dalam beberapa hari terakhir, membuat Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Cianjur mengeluarkan imbauan kepada seluruh sekolah agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana dan hal-hal yang tidak diinginkan.
Intensitas hujan tinggi yang terjadi sejak pagi hingga malam hari dinilai berpotensi memicu banjir, longsor, pohon tumbang hingga kerusakan bangunan sekolah, dan insprastruktur lainnya, terutama di daerah rawan bencana.
Kepala Disdikpora Kabupaten Cianjur melalui Kepala Bidang ( Kabid ) SMP, H. Ipan Sopandi meminta seluruh kepala sekolah, guru dan tenaga pendidikan SMP, untuk terus memantau kondisi lingkungan sekolah serta mengutamakan keselamatan para siswa selama kegiatan belajar mengajar ( KBM ) berlangsung.
Kata Ipan, sekolah harus gerak cepat melakukan perbaikan jika ditemukan kerusakan ringan, seperti atap bocor, agar tidak merembet ke bangunan lain dan menjadi kerusakan lebih parah.
“Kita semua tahu, di musim hujan seperti sekarang semua satuan pendidikan untuk memaksimalkan pemeliharaan sarana prasarana sekolah. Seperti ada kerusakan ringan, seperti atap bocor harus segera diperbaiki. Kata Ipan. Rabu 06/05/2026
Kabid SMP mengatakan, curah hujan yang begitu ekstrem dan sulit diprediksi, dapat memicu kerusakan bangunan lebih cepat, apalagi jika kondisi bangunan memang sudah mengalami kerusakan.
“Keselamatan siswa harus jadi prioritas utama, pihak sekolah harus meningkatkan kewaspadaan, terutama terhadap bangunan yang rawan rusak, genangan air dan potensi longsor di sekitar komplek sekolah,” tuturnya.
Selain itu, Ipan juga meminta sekolah terus berkoordinasi dengan Disdikpora bilamana ada kerusakan bangunan akibat cuaca ekstrem, agar Disdikpora dapat menanganinya dengan cepat.
Disdikpora mengimbau sekolah untuk tidak memaksakan kegiatan luar ruangan saat cuaca buruk. Para orang tua siswa pun diminta lebih berhati-hati saat mengantar dan menjemput anaknya pulang sekolah.
Ipan menyebut, ada banyak sekolah berada di daerah rawan longsor dan banjir. Kondisi seperti ini memicu kekhawatiran. Untuk itu, pihak meminta sekokah untuk meningkatkan kewaspadaan, untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.
"Kita tahu, saat ini Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur telah menetapkan status siaga darurat bencana, mengingat tingginya potensi bencana hidrometeorologi akibat cuaca ekstrem yang terjadi dimana-mana," pungkasnya.
Eyang.


