PURWAKARTA – Menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) akibat kondisi kemarau dan dampak El Niño, Polres Purwakarta bersama TNI, pemerintah daerah serta stakeholder terkait memperkuat kesiapsiagaan personel dan peralatan penanganan kebakaran.
Kesiapan tersebut ditunjukkan melalui Apel Gelar Pasukan dan Peralatan Penanganan Karhutla yang dipimpin langsung Kapolres Purwakarta AKBP Febri Nurzam di Lapangan Apel Mako Polres Purwakarta, Selasa (11/8/2026) sekitar pukul 16.00 WIB.
Apel turut dihadiri Wakapolres Purwakarta KOMPOL Yudiono para Pejabat Utama (PJU) Polres Purwakarta, Kapolsek jajaran serta personel Polres Purwakarta.
Kegiatan tersebut juga melibatkan kekuatan lintas instansi. Sebanyak 25 personel Kodim 0619 Purwakarta, 25 personel Kompi 3 Batalyon C Pelopor Sat Brimob Polda Jabar, 25 personel BPBD Kabupaten Purwakarta, 20 personel Dinas Kebakaran Kabupaten Purwakarta, lima personel Dinas Kesehatan Kabupaten Purwakarta beserta satu unit ambulans, 25 personel Sat Samapta Polres Purwakarta, 25 personel Sat Lantas Polres Purwakarta, serta lima personel perwakilan Polsek jajaran turut mengikuti apel.
Lima personel perwakilan Polsek tersebut berasal dari Polsek Purwakarta Kota, Polsek Jatiluhur, Polsek Pasawahan, Polsek Bungursari, Polsek Campaka dan Polsek Cibatu.
Dalam apel tersebut, kesiapan personel dan berbagai sarana pendukung penanganan karhutla diperiksa untuk memastikan seluruh unsur memiliki kemampuan respons yang cepat apabila terjadi kebakaran di wilayah Kabupaten Purwakarta.
Kegiatan ini sekaligus menjadi bentuk kesiapsiagaan menghadapi kondisi cuaca ekstrem dan kekeringan yang dapat meningkatkan risiko kebakaran. Lahan yang kering, rumput dan ilalang yang mudah terbakar dapat membuat api dengan cepat meluas apabila tidak segera ditangani.
Kapolres Purwakarta AKBP Febri Nurzam, mengatakan, apel gelar pasukan tersebut merupakan bentuk kesiapan sekaligus kepedulian Polri bersama seluruh stakeholder terhadap keselamatan masyarakat.
"Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk kesiapsiagaan dan kepedulian kita terhadap dampak musim kemarau dan El Niño. Kita harus memastikan personel maupun peralatan benar-benar siap apabila terjadi kebakaran di wilayah Kabupaten Purwakarta," ujar AKBP Febri Nurzam.
Menurutnya, penanganan karhutla membutuhkan kecepatan sekaligus sinergi karena kebakaran dapat berkembang dengan cepat dan berdampak terhadap masyarakat maupun lingkungan.
"Tidak ada satu instansi yang dapat bekerja sendiri. Dibutuhkan sinergitas TNI, Polri, pemerintah daerah, BPBD, pemadam kebakaran, tenaga kesehatan dan seluruh unsur terkait agar setiap kejadian dapat ditangani secara cepat dan tepat," tegasnya.
Sementara, Kasi Humas Polres Purwakarta IPTU Tini Yutini mengajak masyarakat untuk menjadi bagian penting dalam upaya pencegahan karhutla.
"Kami mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan, khususnya di tengah kondisi kemarau. Jangan melakukan pembakaran sampah maupun membuka lahan dengan cara membakar, karena kondisi lahan yang kering membuat api sangat mudah merambat," ujar IPTU Tini Yutini.
Ia menambahkan, masyarakat juga diminta segera melaporkan apabila menemukan titik api atau kepulan asap yang berpotensi berkembang menjadi kebakaran.
"Peran masyarakat sangat penting. Jika menemukan titik api, segera laporkan kepada petugas dan jangan mengambil tindakan yang dapat membahayakan diri sendiri. Semakin cepat informasi diterima, semakin cepat pula petugas dapat melakukan penanganan," tambahnya.
Melalui apel gelar pasukan dan peralatan tersebut, Polres Purwakarta menunjukkan komitmen untuk tidak hanya siap ketika bencana terjadi, tetapi juga memperkuat langkah pencegahan sejak dini.
Sinergitas lintas instansi diharapkan mampu mempercepat respons terhadap setiap potensi karhutla sekaligus meminimalkan dampak terhadap keselamatan masyarakat, lingkungan dan aktivitas warga di Kabupaten Purwakarta.
Purwakarta, Rabu, 12 Agustus 2026.
Dikeluarkan oleh Si Humas Polres Purwakarta
Jl. Veteran No.408, Ciseureuh, Kec. Purwakarta, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat 41118
Beni


