Kapolres Purwakarta dan HMI Duduk Bersama, Bahas Sinergi dan Kamtibmas

PURWAKARTA – Membangun keamanan dan ketertiban masyarakat tidak hanya dilakukan melalui kegiatan kepolisian di lapangan, tetapi juga melalui komunikasi dan kolaborasi dengan berbagai elemen masyarakat, termasuk kalangan mahasiswa.

Semangat tersebut terlihat dalam kegiatan silaturahmi Kapolres Purwakarta AKBP Febri Nurzam bersama jajaran Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) di ruang kerja Kapolres Purwakarta, Selasa (11/8/2026).

Dalam pertemuan tersebut, Kapolres Purwakarta didampingi Kasat Reskrim Polres Purwakarta AKP I Made Purwantara, dan Kasat Intelkam Polres Purwakarta AKP Asep Mulyadi menerima kunjungan silaturahmi jajaran HMI.

Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan terbuka. Dialog menjadi ruang untuk mempererat hubungan antara kepolisian dan mahasiswa sekaligus membangun komunikasi yang konstruktif terkait berbagai dinamika yang berkembang di tengah masyarakat.

AKBP Febri Nurzam menekankan pentingnya menjaga komunikasi antara Polri dan mahasiswa. Menurutnya, mahasiswa memiliki posisi strategis sebagai bagian dari kelompok intelektual dan masyarakat yang dapat memberikan masukan serta ikut mendorong terciptanya suasana yang aman dan kondusif.

Silaturahmi tersebut juga menjadi momentum untuk membangun kesamaan pandangan bahwa menjaga kamtibmas merupakan tanggung jawab bersama. Kepolisian membutuhkan partisipasi masyarakat, sementara mahasiswa dapat menjadi mitra kritis yang menyampaikan aspirasi secara konstruktif dan bertanggung jawab.
Kapolres Purwakarta AKBP Febri Nurzam melalui Kasi Humas Polres Purwakarta IPTU Tini Yutini mengatakan, komunikasi dengan mahasiswa merupakan bagian penting dalam membangun kepercayaan sekaligus memperluas ruang dialog antara Polri dan masyarakat.

"Mahasiswa merupakan bagian penting dari masyarakat yang memiliki kepedulian terhadap berbagai persoalan sosial. Kami ingin komunikasi antara Polri dan HMI terus terjalin dengan baik, sehingga setiap aspirasi dapat disampaikan melalui ruang dialog yang sehat dan konstruktif," ujar IPTU Tini Yutini.

Ia menambahkan, perbedaan pandangan merupakan hal yang wajar dalam kehidupan demokrasi. Namun, setiap aspirasi diharapkan tetap disampaikan dengan mengedepankan etika, ketertiban dan ketentuan hukum yang berlaku.

"Kami mengajak seluruh elemen mahasiswa untuk bersama-sama menjaga situasi Purwakarta agar tetap aman dan kondusif. Kritik dan masukan tentu menjadi bagian dari dinamika demokrasi, tetapi mari disampaikan secara damai, objektif dan bertanggung jawab," tambahnya.

Menurutnya, sinergi antara kepolisian dan mahasiswa tidak berarti menghilangkan sikap kritis, melainkan membangun komunikasi yang lebih terbuka agar berbagai persoalan dapat dibahas dan dicari solusinya bersama.

Beni

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama