PURWAKARTA – Mengelola sampah dengan benar bukan hanya soal menjaga kebersihan lingkungan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya mencegah berbagai persoalan yang dapat merugikan masyarakat. Salah satunya adalah kebiasaan membakar sampah sembarangan yang berpotensi memicu kebakaran, terutama saat kondisi cuaca kering.
Hal tersebut menjadi perhatian Bhabinkamtibmas Desa Tegalwaru, Kecamatan Tegalwaru, Aiptu Saepulloh, saat menghadiri rapat pembahasan pemilahan sampah organik dan nonorganik di Aula Desa Tegalwaru, Jumat (18/9/2026) sekitar pukul 08.30 WIB.
Dalam kegiatan tersebut, Pendamping Desa memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai pentingnya memilah sampah berdasarkan jenisnya. Sampah organik seperti sisa makanan dan daun dapat dikelola menjadi bahan kompos, sementara sampah nonorganik seperti plastik, botol dan kardus dapat dipisahkan untuk digunakan kembali maupun didaur ulang.
Selain mengikuti pembahasan, Bhabinkamtibmas juga menyampaikan imbauan Kamtibmas kepada masyarakat mengenai bahaya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Warga diingatkan agar tidak membakar sampah sembarangan, terlebih pada musim kemarau ketika kondisi lingkungan dan vegetasi lebih mudah terbakar.
Kapolres Purwakarta, AKBP Febri Nurzam Kapolsek Plered, AKP Ali Murtadho mengatakan kebiasaan membakar sampah perlu dihindari karena api dapat dengan cepat merambat ke lingkungan sekitar.
“Memilah sampah dengan baik merupakan langkah sederhana yang memberikan banyak manfaat. Kami juga mengingatkan masyarakat agar tidak membakar sampah sembarangan, terutama saat kondisi kering. Bara yang terlihat kecil dapat memicu kebakaran apabila mengenai material yang mudah terbakar,” ujarnya.
Menurutnya, pencegahan kebakaran tidak hanya menjadi tugas petugas pemadam kebakaran maupun kepolisian. Masyarakat memiliki peran besar dengan menjaga kebersihan lingkungan, mengelola sampah secara tepat dan segera melaporkan apabila melihat adanya titik api.
Sementara, Kasi Humas Polres Purwakarta IPTU Tini Yutini, menyampaikan bahwa kepedulian terhadap lingkungan merupakan bagian dari langkah preventif dalam menjaga keselamatan masyarakat.
“Pemilahan sampah dan pencegahan Karhutla memiliki keterkaitan. Ketika sampah dikelola dengan baik, masyarakat tidak perlu membakarnya secara sembarangan. Kami mengajak warga untuk bersama-sama menjaga lingkungan dan meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran selama musim kemarau,” ungkapnya.
Masyarakat juga diimbau untuk tidak membuang sampah ke saluran air, menjaga lingkungan tetap bersih, serta memastikan setiap sumber api benar-benar padam dan tidak meninggalkan bara yang dapat memicu kebakaran.
Kegiatan di Desa Tegalwaru tersebut menjadi contoh bahwa upaya menjaga lingkungan dapat dilakukan bersamaan dengan pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat. Sinergi antara pemerintah desa, pendamping desa, kepolisian dan masyarakat diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang bersih, sehat dan aman.
Purwakarta, Jumat, 18 September 2026.
Dikeluarkan oleh Si Humas Polres Purwakarta
Jl. Veteran No.408, Ciseureuh, Kec. Purwakarta, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat 41118
Beni

