Dinkes Kota Cirebon terima aduan masyarakat terkait dugaan penahanan dua ktp, dan permintaan 25 juta.

CIREBON. Warta tnipolri net. (30/9/2026) — Sejumlah awak media dari berbagai platform, di antaranya Benua Post Nusantara.Com, Kalimashada.Com, Jurnalis Keadilan, Tribuana, Skandal, Buser, dan Warta TNI Polri, mendatangi Kantor Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cirebon Jl kesambi No 54 kesambi kecamatan kesambi untuk menyampaikan sekaligus mengkonfirmasi persoalan yang dilaporkan warga Kampung Persil, Kelurahan Karya Mulya, Kecamatan Kesambi.

Kedatangan awak media tersebut berkaitan dengan adanya laporan warga mengenai dugaan penahanan dua Kartu Tanda Penduduk (KTP) oleh seorang oknum pegawai Puskesmas Majasem Berinisial (Y) . Selain itu, muncul pula dugaan permintaan uang sebesar Rp25 juta serta dugaan intimidasi terhadap warga yang menjadi korban.

Persoalan tersebut menjadi perhatian karena menyangkut dokumen identitas kependudukan milik warga serta adanya dugaan permintaan sejumlah uang. Awak media kemudian berupaya meminta penjelasan dan memastikan langkah yang akan dilakukan pihak terkait atas persoalan tersebut.

Kedatangan awak media diterima dengan baik oleh Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Cirebon, Trimulyaningsih, bersama Neni selaku Kasi Humas Dinkes Kota Cirebon.

Dalam pertemuan tersebut, pihak Dinkes menyambut baik penyampaian informasi dan pengaduan yang disampaikan awak media.
Pihak Dinkes juga menyatakan akan menjembatani persoalan tersebut dengan Kepala Puskesmas Majasem untuk memperoleh penjelasan serta penyelesaian terhadap permasalahan yang disampaikan warga.

Langkah tersebut diharapkan dapat membuka ruang klarifikasi dari seluruh pihak sehingga persoalan yang berkembang tidak menimbulkan kesimpangsiuran di tengah masyarakat.

Awak media juga berharap pihak Dinkes Kota Cirebon dapat menindaklanjuti laporan tersebut secara transparan dan memastikan setiap pihak yang terkait memperoleh kesempatan memberikan keterangan sesuai fakta yang sebenarnya.

Hingga berita ini diterbitkan, persoalan tersebut masih dalam proses penanganan dan klarifikasi. Konfirmasi dari pihak Puskesmas Majasem maupun pegawai yang disebut dalam laporan warga masih diperlukan untuk memperoleh informasi yang berimbang.
(Dodi kabiro Cirebon)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama