CIANJUR – Warta Tni Polri.net Sebanyak 32 peserta dari lima desa di lima kecamatan mengikuti tes akademik dalam rangkaian seleksi calon kepala desa pada Minggu (20/9/2026). Pelaksanaan tes berlangsung selama satu hari dan hasilnya ditargetkan dapat diketahui pada hari yang sama.
Ketua Pelaksana Tes Akademik Pilkades, Dedi Mulyadi, mengatakan pelaksanaan tes dilakukan secara langsung dengan mengedepankan transparansi serta keterbukaan dalam proses penilaian.
"Hari ini pelaksanaan kegiatan tes akademik Pilkades berjumlah lima desa dan lima kecamatan, dengan jumlah 32 peserta. Pelaksanaannya satu hari dan mudah-mudahan hari ini sudah final," ujar Didi.
Menurutnya, para peserta mengerjakan 50 soal akademik yang telah disusun dan disesuaikan dengan persyaratan pendidikan calon kepala desa, mulai dari lulusan SMP hingga SMA. Materi ujian mencakup sejumlah pengetahuan dasar yang berkaitan dengan pemerintahan dan desa, di antaranya mengenai otonomi daerah, pemerintahan, pengetahuan umum, serta pemerintahan desa.
"Jumlah soalnya sebanyak 50 soal. Materinya sudah kami petakan dan sesuaikan dengan kualifikasi serta syarat untuk menjadi kepala desa," jelasnya.
Dedi menegaskan, setelah tes selesai, proses penghitungan nilai akan dilakukan secara langsung dan disaksikan oleh pihak-pihak terkait. "Kurang lebih satu setengah jam setelah pelaksanaan, kita akan melakukan penghitungan secara langsung. Ini kita lakukan dengan transparansi, karena kami mendapatkan amanah dari pemerintah daerah," katanya.
Didi menjelaskan, hasil tes akademik nantinya tidak berdiri sendiri. Nilai tersebut akan digabungkan dengan nilai administrasi yang sebelumnya telah diperoleh melalui tahapan seleksi di tingkat desa.
Setelah seluruh nilai digabungkan, akan ditentukan peserta yang masuk lima besar sesuai ketentuan yang berlaku.
"Panitia desa sudah mengantongi nilai hasil tahapan sebelumnya. Setelah tes akademik ini selesai, nilainya akan diakumulasikan. Dari sana nanti akan terlihat ranking satu sampai lima," ungkapnya.
Dirinya menambahkan, apabila terdapat peserta yang memperoleh nilai sama setelah seluruh nilai diakumulasikan, akan dilakukan seleksi tambahan untuk menentukan peringkat secara lebih lanjut.
"Kalau dalam penyatuan nilai ternyata ada yang sama, maka akan dilakukan tambahan seleksi akademik khusus bagi peserta yang nilainya sama," tegas Dedi.
Sementara itu, Ibu Dr. Cucu, selaku Wakil Dekan I yang turut terlibat dalam pelaksanaan kegiatan, menegaskan bahwa tes yang dilaksanakan kali ini merupakan bagian dari proses untuk memperoleh nilai akademik calon kepala desa secara objektif.
Menurutnya, setelah proses tes akademik selesai, peserta akan mengikuti tahapan penggabungan nilai di ruangan yang telah disiapkan untuk masing-masing desa.
"Setelah selesai di sini, nilai akademik akan disatukan dengan nilai administrasi yang sudah dibawa dari desa. Dari situ akan muncul ranking satu, dua, tiga, empat dan lima," jelasnya.
Anas

