Pangandaran— Mengawali masa tugasnya sebagai Camat Parigi, Ruhandi memilih langkah yang tidak biasa, namun sarat makna. Alih-alih menggelar pertemuan resmi di kantor kecamatan, ia justru mengawali kebersamaan dengan perangkat desa dan tokoh masyarakat melalui makan lesehan di sebuah warung batagor sederhana di Dusun Parigi, Kampung Jati, Kecamatan Parigi, Rabu (21/01/2026).
Tanpa meja rapat, tanpa sekat jabatan, Ruhandi duduk sejajar bersama para perangkat desa dan tokoh masyarakat. Suasana yang tercipta terasa hangat dan penuh keakraban. Canda ringan, obrolan santai, serta tawa lepas mengalir alami, menciptakan nuansa kekeluargaan yang jauh dari kesan formalitas birokrasi.
Momen sederhana tersebut menjadi simbol awal kepemimpinan Ruhandi yang ingin lebih dekat dengan masyarakat. Ia menegaskan bahwa komunikasi yang baik tidak selalu harus dimulai dari ruang rapat, melainkan bisa tumbuh dari kebersamaan yang tulus dan tanpa jarak.
“Bagi saya, kebersamaan itu fondasi utama. Kalau kita sudah saling mengenal, saling percaya, maka koordinasi dan kerja sama untuk melayani masyarakat akan jauh lebih mudah,” ujar Ruhandi.
Menurutnya, suasana santai justru membuka ruang dialog yang lebih jujur dan terbuka. Dalam obrolan tersebut, Ruhandi banyak mendengarkan cerita, harapan, serta masukan dari para perangkat dan tokoh masyarakat terkait kondisi dan kebutuhan Kecamatan Parigi.
Ia menilai, pendekatan humanis menjadi kunci dalam membangun sinergi antara pemerintah kecamatan, pemerintah desa, dan masyarakat. Dengan hubungan yang harmonis, setiap program pembangunan dan pelayanan publik dapat berjalan lebih efektif dan tepat sasaran.
“Masyarakat tidak butuh pemimpin yang hanya duduk di balik meja. Mereka butuh pemimpin yang mau hadir, mendengar, dan berjalan bersama,” tambahnya.
Para perangkat desa dan tokoh masyarakat yang hadir pun menyambut positif langkah tersebut. Mereka menilai, sikap sederhana dan terbuka Camat Ruhandi menjadi angin segar bagi iklim kerja di Kecamatan Parigi. Kehadiran camat yang membaur tanpa jarak dinilai mampu menumbuhkan rasa kebersamaan dan semangat kolaborasi.
Makan lesehan di warung batagor itu pun bukan sekadar kegiatan santai, melainkan menjadi pesan kuat bahwa kepemimpinan Ruhandi akan dijalankan dengan pendekatan yang membumi, merakyat, dan mengedepankan nilai kekeluargaan.
Suasana hangat yang tercipta pada hari itu seolah menandai babak baru kepemimpinan di Kecamatan Parigi — sebuah awal yang sederhana, namun penuh harapan akan pelayanan publik yang lebih dekat, lebih manusiawi, dan lebih bermakna bagi masyarakat.
Sys-Pnd
