SUMEDANG Warta TNI POLRI, Sabtu 31 Januari 2026 – Usia 47 tahun menjadi titik perenungan sekaligus penguatan tekad bagi Ketua Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sumedang, H. Ayi Subhan Hafas. Bagi dirinya, pertambahan usia bukan sekadar penanda waktu, melainkan momentum untuk menata ulang orientasi hidup, kepemimpinan, dan pengabdian kepada umat.
Ayi menuturkan bahwa fase usia ini justru menuntunnya pada kesadaran yang lebih dalam tentang makna amanah dan tanggung jawab. Ia memandang, kedewasaan sejati tidak diukur dari jabatan atau pencapaian formal, melainkan dari kemampuan menjaga integritas, keikhlasan, dan konsistensi niat dalam setiap peran yang dijalani.
“Semakin bertambah usia, semakin saya belajar untuk berjalan lebih pelan namun lebih terarah. Bukan tentang seberapa besar yang kita capai, tapi seberapa jujur dan lurus niat kita dalam melayani,” ujar Ayi, Sabtu (31/01/2026).
Ia mengungkapkan, perjalanan hidup dan kepemimpinan selama ini penuh dengan dinamika yang menguji kesabaran dan keteguhan prinsip. Namun justru dari proses tersebut, ia menemukan nilai-nilai pembelajaran yang membentuk cara pandang dan kedewasaan dalam mengambil keputusan.
Menurutnya, refleksi usia adalah ruang evaluasi diri yang penting—untuk mengakui keterbatasan, memperbaiki kekurangan, serta memperkuat komitmen agar setiap amanah dijalankan secara bertanggung jawab.
“Jabatan itu sementara. Yang kekal adalah jejak nilai dan manfaat yang kita tinggalkan. Karena itu, saya berusaha menjaga agar setiap langkah tetap bernilai ibadah,” ungkapnya.
Dalam kepemimpinannya di BAZNAS Sumedang, Ayi menegaskan fokus pada penguatan tata kelola lembaga yang profesional, transparan, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Ia menekankan bahwa zakat harus dimaksimalkan tidak hanya sebagai bantuan sosial, tetapi sebagai instrumen strategis dalam membangun kemandirian ekonomi umat.
Zakat harus mampu mengangkat martabat mustahik, bukan sekadar meringankan beban sesaat. Dari sanalah lahir perubahan yang berkelanjutan,” tegasnya.
Lebih lanjut, Ayi juga menaruh perhatian besar pada pentingnya kolaborasi. Ia menyadari bahwa capaian dan kepercayaan publik terhadap BAZNAS Sumedang tidak mungkin terbangun tanpa sinergi antara komisioner, amil, relawan, pemerintah daerah, serta masyarakat luas.
Kebersamaan adalah kunci. Usia ini mengajarkan saya bahwa keberhasilan adalah hasil kerja kolektif, bukan prestasi individu,” katanya.
Dengan semangat refleksi di usia 47 tahun, H. Ayi Subhan Hafas optimistis dapat terus memperbaiki diri sekaligus membawa BAZNAS Sumedang melangkah lebih progresif sebagai lembaga zakat yang kredibel, berdampak, dan menjadi penguat kesejahteraan umat di Kabupaten Sumedang.
M.S
