Dedi Mulyadi: Masih Ada Maling Motor Berarti Gubernur Gagal, Ekonomi Belum Baik Wartatnipolri-ner.18 Februari 2026,



BANDUNG, Wartatnipolri -net Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyoroti maraknya kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) di wilayahnya. Menurut Dedi, eksistensi kejahatan kelas teri ini menjadi indikator bahwa persoalan ekonomi masyarakat di Jawa Barat belum sepenuhnya tertangani dengan baik.

Dedi menilai para pelaku pencurian roda dua mengambil risiko yang sangat besar demi keuntungan yang tidak seberapa, bahkan nyawa mereka menjadi taruhan akibat ancaman amuk massa.

Pencuri roda dua hari ini berisiko tinggi. Kenapa, maling motorna dijual paling ge hargana sejuta tapi paeh (meninggal) digebugan," ucap Dedi saat memberikan sambutan dalam kegiatan di Mapolda Jabar, Rabu (18/2/2026).

Indikator Kegagalan Ekonomi
Bagi Dedi, maraknya aksi pencurian untuk memenuhi kebutuhan dasar menunjukkan bahwa kondisi ekonomi di tingkat bawah belum pulih. Ia bahkan secara blak-blakan menyebut fenomena ini sebagai rapor merah bagi seorang pemimpin daerah.

Bagi saya kalau masih ada kejahatan kelas teri gubernurnya masih gagal. Kenapa, Masih ada rakyat yang mencuri untuk kebutuhan konsumsi. Artinya ekonomi belum baik. Bagi saya itu," kata Dedi.

Dedi menceritakan pengalamannya membantu keluarga pelaku curanmor agar tidak semakin terpuruk secara sosial. Ia sempat meminta sebuah perusahaan untuk mempekerjakan kembali istri seorang pelaku yang dipecat akibat perbuatan suaminya.

Yang satu yang orang Kuningan istrinya kerja ternyata istrinya habis itu dipecat oleh perusahaan. Saya minta perusahaannya pekerjakan kembali saya bilang, kenapa kalau dipecat nanti tambah parah keluarganya," tuturnya.

Kembalikan Motor untuk Mencari Nafkah
Dedi berharap kendaraan hasil pengungkapan kasus oleh Polda Jabar bisa segera dikembalikan kepada pemilik sahnya. Hal ini penting agar para korban bisa kembali bekerja dan menghidupi keluarga mereka.

Ini menjadi fokus dan mudah-mudahan segera ini bisa diambil oleh mereka yang berhak, ya paranti ngojek, paranti suluh, nganterkan budak ke sakola, dagang nguriling, kemudian ke pasar," ucap Dedi.

Senada dengan Dedi, Kapolda Jabar Irjen Pol Rudi Setiawan menegaskan bahwa hilangnya kendaraan bukan sekadar kehilangan alat transportasi, melainkan terputusnya mata rantai ekonomi keluarga.

Banyak orang bergantung pada kendaraan tersebut untuk mencari nafkah. Alangkah sedihnya ketika kendaraan itu dicuri atau hilang. Putuslah nafkah yang mereka jalankan, timbul kemiskinan, dan konflik sosial lainnya, ujar Rudi.

Polda Jabar pun mengusung filosofi kearifan lokal 'Jaga Lembur' sebagai ajakan untuk menjaga keamanan Jawa Barat secara bersama-sama antara aparat dan masyarakat. Menjaganya tidak bisa sendirian, harus rame-rame," kata Rudi.

Jajat 

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama