Menjelang bulan suci Ramadhan dan libur panjang yayasan pesi sejahtera bersama adakan acara papajar dan silaturahmi bersama CV sugih tembakau ..


CIANJUR.wartatnipolri.net 
Momentum libur nasional dimanfaatkan secara optimal oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kampung Tangkil Kidul untuk menggelar rapat koordinasi sekaligus evaluasi menyeluruh terhadap operasional dapur produksi dan sistem distribusi. Kegiatan tersebut diikuti oleh Kepala SPPG bersama seluruh relawan SPPG Kampung Tangkil Kidul, Desa Babakan Karet, Kecamatan Cianjur Kota.

Rapat koordinasi berlangsung di Warung Kopi Maku, Desa Wangun Jaya, Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur. Selain menjadi forum evaluasi, kegiatan ini juga dikemas dalam suasana silaturahmi menjelang bulan suci Ramadan melalui tradisi papajar, yakni makan nasi liwet bersama.

Evaluasi difokuskan pada penguatan kepatuhan terhadap Standar Operasional Prosedur (SOP), terutama selama masa libur nasional pada 18 hingga 23. Pembahasan meliputi pemeliharaan alat-alat produksi dapur, sarana pendistribusian makanan, hingga pengecekan fasilitas pendukung berbasis online yang digunakan untuk pelaporan dan monitoring.
“Libur nasional ini bukan berarti berhenti bekerja. Justru kami manfaatkan untuk evaluasi total, mulai dari dapur, peralatan, hingga sistem kerja agar tetap sesuai SOP,” ujar salah satu koordinator relawan.

Aspek kebersihan dan pencegahan risiko keracunan makanan menjadi perhatian utama. Relawan melakukan evaluasi terhadap standar kebersihan dapur, proses sterilisasi peralatan, serta pengelolaan sanitasi limbah dan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang dinilai krusial dalam menjaga keamanan pangan.

SPPG Kampung Tangkil Kidul juga meninjau ulang kerja sama dengan supplier bahan pangan. Langkah ini dilakukan untuk memastikan kualitas bahan baku tetap terjaga dan memenuhi standar kelayakan konsumsi.

Tak hanya itu, rapat juga membahas evaluasi rutin penyuluhan ke sekolah-sekolah. Setiap pekan, relawan akan berkoordinasi dengan pihak sekolah untuk menyerap masukan, termasuk terkait preferensi menu siswa. Jika terdapat siswa yang tidak cocok dengan nasi, SPPG menyiapkan alternatif sumber karbohidrat lain seperti kentang dengan nilai gizi setara.
Sementara itu, Kepala Yayasan Pesi Sejahtera Bersama, Deni Raat S. IP, menegaskan bahwa seluruh rangkaian kegiatan tersebut merupakan bentuk tanggung jawab yayasan dalam menjaga kualitas layanan serta keselamatan masyarakat penerima manfaat.

“Evaluasi ini penting agar semua berjalan sesuai SOP, terutama terkait kebersihan, sanitasi, dan kualitas makanan. Di sisi lain, silaturahmi melalui tradisi papajar juga penting untuk memperkuat kebersamaan relawan menjelang Ramadan,” tegasnya.

Kegiatan ditutup dengan makan nasi liwet bersama sebagai simbol kebersamaan dan kekompakan relawan. Selain mempererat silaturahmi, tradisi papajar ini menjadi penguat semangat dalam menyambut bulan suci Ramadan dengan tetap mengedepankan pelayanan terbaik bagi masyarakat. 
Dan bulan suci Ramadhan ini siap dengan menu menu yg lebih kreatip lagi dan bergiji lagi ..

Azizah

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama