SMPN 1 Cibeber Adakan Papakar Budaya Mengenal Tradisi Sambut Ramadan Papajar yang Konon Telah Ada di Abad 16


Cianjur,wartatnipolri.net
Smp negeri 1 Cibeber Kab Cianjur Siswa/i Dan Guru yang biasa jadi tujuan papajar jelang Ramadan Siswa/i.SM Negeri 1 Cibeber   Cianjur memiliki tradisi unik dalam menyambut Ramadan. Tradisi tersebut dinamakan Papajar yang konon katanya sudah ada sejak abad ke 16.
Papajar berasal dari kata mapag pajar (fajar). Dalam bahasa Sunda, istilah ini cukup tua untuk menyambut kemunculan sesuatu misalnya srangenge ti langit, tangara raja papajar dan lain-lain.

Jika fajar identik dengan terbitnya matahari maka Papajar merupakan sambutan untuk terbitnya bulan Ramadan. Biasanya kegiatan Papajar diisi dengan rekreasi dan makan-makan sepekan sebelum berpuasa.

"Tradisi Papajar ini dilakukan sekitar seminggu sebelum Ramadan hingga sehari sebelum Ramadan," kata wali kelas smp negeri 1 Cibeber Kec Cibeber 

Kegiatan Papajar Siswa/i smp negeri 1 Cibeber biasa dilakukan di Halaman Lapangan Sekolah, Diwaktu istirahat Belajar.Tidak menganggu Aktipitas Belajar  mengajar  tempat Di Halaman Sekolah. Para   membawa makanan sambil menggelar tikar dan makan-makan bersama.
Awalnya tradisi Papajar merupakan tradisi menunggu bulan puasa di masjid. Pada masa kepemimpinan Wiratanudatar II (Dalem Tarikolot) sekitar tahun 1691-1707, masyarakat berkumpul di Masjid Agung Cianjur untuk menunggu pengumuman dimulainya berpuasa.

"Pengumuman itu dari ulana/kiai yang dilakukan sambil berdoa di masjid dan membawa makanan untuk dimakan bersama. Kegiatan itu terus berlangsung setiap tahun dan menyebar ke masjid-masjid lainnya seiring perkembangan wilayah Cianjur," paparnya.

Esensi sebenarnya dari Papajar yaitu untuk memohon doa dan meminta maaf. Akan tetapi, kata para wali kelas, karena kegiatannya diisi dengan makan Bersama  menjadi ajang memuaskan Siswa/i, terutama makan dan minum di siang hari.

Selain tradisi Papajar ada juga tradisi yang dikenal dengan Munggahan. Perbedaannya, Munggahan bisanya dilakukan di rumah berkumpul dengan keluarga sambil makan dan berdoa
Munggah artinya naik untuk melangkah ke bulan Ramadan. Munggahan ini dilakukan tepat satu hari sebelum Ramadan tiba (poe munggahan) di masa Wiratanudatar III (1707-1726) wilayah Cianjur."

Kegiatan munggahan ini biasanya juga diisi dengan mandi sebagai simbol membersihkan diri sebelum dzuhur. Zaman dahulu, masyarakat Cianjur melakukan mandi bersama di Sungai.

Tradisi unik menyambut Ramadan sebenarnya juga dilakukan di wilayah lain seperti di Tatar Pasundan Dan menyebar ke Setiap  Daerah ada Megibung, di Riau ada Pacu, di Betawi ada Nyorog, di Semarang ada Dugderan, di Aceh ada Meugang, di Sumatera Barat ada Balimau dan di Jawa Tengah ada Dandangan.

Berbagai negara di belajan dunia juga turut memiliki kebiasaan dalam menyambut bulan suci. Seperti tradisi Fanous di Mesir, Roadha Mas di Maldive dan tembak meriam di Arab Saudi.

papajar
tradisi sambut ramadan
ramadan
budaya jabar

10 Tradisi Sambut Ramadan di Jabar, Dari Nyepuh hingga Papajar
Tradisi Papajar Ramadan Datang,Dari Cianjur Bersolek
10 Tradisi Masyarakat Jawa Menyambut Ramadan, Ada Nyadran hingga Dugderan
Menyambut Ramadan, Ini 10 Tradisi Khas Warga Jawa Barat
Munggahan, Tradisi Makan Bersama Jelang Ramadan yang Sarat Filosofi.pungkasnya

Jat

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama