Gubernur Jawa Barat ( Jabar ), Dedi Mulyadi didampingi Bupati Cianjur, M. Wahyu Ferdian, terbang ke Maumere Nusa Tenggara Timur ( NTT ), untuk menjemput para korban Tindak Pidana Perdagangan Orang ( TPPO ).
Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun Wartatnipolri.net-, enam orang perempuan asal Cianjur sebelumnya pernah dipekerjakan sebagai Ladies Companion ( LC ) di Kota Maumere, Kabupaten Sikka NTT.
Kepulangan 13 orang perempuan termasuk di dalamya 6 orang warga Cianjur yang menjadi korban TPPO ini, tidak langsung diserahkan kepada keluarganya masing-masing. Mereka harus menjalani trauma healing atau pendampingan terlebih dahulu di Bandung.
Dimana trauma healing tersebut bertujuan untuk mengembalikan keseimbangan emosi, pikiran, dan tubuh setelah mengalami kejadian yang mengguncang, seperti yang dialami para korban TPPO.
Dikatakan Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak ( UPTD PPA ) Kabupaten Cianjur, Tisnawanti Putri menjelaskan, pihaknya telah berkomunikasi dengan keluarga korban untuk memperifikasi data kependudukan para korban.
" Hal ini dilakukan selain sebagai asesmen data, juga untuk memastikan para korban TPPO ini, tidak menggunakan identitas atau bio data milik orang lain. Saat ini mereka masih berada di Bandung untuk dilakukan pemulihan," katanya. Kamis 26/02/2026
Sementara itu Bupati Cianjur, M. Wahyu Ferdian menyampaikan, bahwa proses penjemputan pada misi kemanusiaan ini, dilakukan sejak Senin 23 Februari 2026. Sesampainya di Bandara Frans Seda, Gubernur Jabar langsung melakukan koordinasi dengan Jaringan Hak Asasi Manusia ( HAM ) Sikka dan relawan kemanusiaan setempat.
Kata Wahyu sebelum dikembalikan ke keluarganya masing-masing, mereka harus mendapatkan pendampingan
kesehatan dan psikis secara menyeluruh.
" Saat ini kondisi mereka masih belum stabil. Kami juga menyiapkan program pemberdayaan ekonomi, agar para korban cepat pulih, mandiri, dan tidak kembali terjerat kasus serupa," ucapnya.
Wahyu juga mengakui, bahwa Pemkab Cianjur menyoroti lemahnya literasi informasi sebagai penyebab utama rayuan gombal oknum calo Pekerja Migran Indonesia ( PMI ). Satgas TPPO akan diperkuat hingga tingkat desa untuk memutus mata rantai perdagangan orang.
Bupati Cianjur juga menghimbau kepada para pencari kerja, harus jeli ketika mencari informasi lowongan pekerjaan. Merekan harus bertanya ke lembaga resmi milik pemerintah, atau ke Dinas Tenaga Kerja ( Disnaker ) Kabupaten Cianjur. Terutama jangan mudah percaya kepada oknum-oknum calo jasa tenaga kerja abal-abal ( ilegal ).
Eyang.

