Beberapa daerah rawan bencana di Kabupaten Cianjur, terutama di wilayah bagian Selatan Cianjur, kerap terjadi bencana alam longsor, banjir dan pergerakan tanah.
Sebab, musim penghujan tahun ini yang kerap turun di daerah rawan bencana, harus adanya penanganan serius lebih awal dari pihak-pihak terkait, agar musibah tersebut dapat diantisipasi secara dini dengan melakukan mitigasi.
Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Cianjur melakukan langkah cepat dan berkoordinasi secara intensif dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur.
Langkah koordinasi antara kedua lembaga ini, bertujuan untuk memperkuat langkah preventif dalam menghadapi potensi bencana alam, terutama di wilayah hutan melalui sinkronisasi data dan sumber daya kedua instansi.
Administratur KPH Cianjur, Ade Sugiharto menegaskan bahwa kolaborasi lintas sektoral adalah kunci utama dalam menjaga kelestarian hutan sekaligus melindungi masyarakat.
Fokus utama koordinasi kali ini adalah sinkronisasi visi dan aksi nyata di lapangan, guna meminimalkan dampak bencana hidrometeorologi yang kerap mengancam kawasan hutan dan pemukiman di sekitarnya.
“ Hutan bukan hanya sekadar aset produksi, tetapi benteng pertahanan ekologis bagi warga Cianjur. Melalui koordinasi ini, kami ingin memastikan bahwa setiap potensi risiko, banjir dan tanah longsor pada saat musim hujan seperti sekarang, dapat dideteksi dan ditangani secara kolektif sebelum menjadi bencana yang merugikan,” katanya Rabu 04/02/2026.
Sementara itu, Analis Kebencanaan BPBD Kabupaten Cianjur, Wawan Setiawan menyambut baik inisiatif berkelanjutan ini, langkah strategis ini sangat membantu dalam memitigasi bencana secara dini melalui integrasi data dan sumber daya yang dimiliki kedua instansi.
“ Kami sangat mengapresiasi keterbukaan Perhutani KPH Cianjur dalam berbagi data spasial kerawanan lahan. Dengan sinkronisasi ini, personel BPBD Cianjur dapat bergerak lebih presisi dan efektif saat melakukan evakuasi atau penanganan darurat di medan yang sulit dijangkau,” ujarnya.
Kata Wawan, mitigasi adalah serangkaian tindakan atau upaya yang dilakukan untuk mengurangi risiko, dampak buruk, keparahan, atau penderitaan akibat suatu kejadian berbahaya, seperti bencana alam.
" Tujuannya adalah untuk meminimalkan kerugian fisik, sosial, maupun ekonomi sebelum bencana terjadi," pungkasnya.
Hadir dalam kegiatan tersebut Danru Polhutan Supriadi beserta jajaran yang mewakili Administratur KPH Cianjur, serta Analis Kebencanaan BPBD Kabupaten Cianjur Wawan Setiawan beserta jajaran.
Eyang

