Tanjungsari, 19 Maret 2026
Di saat sebagian warga mulai disibukkan dengan persiapan mudik dan suasana libur menjelang Lebaran 2026, pemandangan berbeda justru terlihat di Lapangan Alun-Alun Tanjungsari, Kamis pagi (19/3). Sejumlah prajurit TNI dari Koramil 1004/Tanjungsari bersama Karang Taruna Desa Tanjungsari tampak tetap berjibaku membersihkan lapangan yang akan digunakan sebagai pusat pelaksanaan Shalat Idul Fitri.
Tanpa banyak sorotan dan di tengah minimnya partisipasi masyarakat maupun unsur pemerintahan, para Babinsa tetap mengayunkan alat kebersihan, menyapu, merapikan, dan memastikan setiap sudut alun-alun siap digunakan oleh ribuan warga yang akan melaksanakan ibadah di hari kemenangan.
Kegiatan ini sejatinya merupakan rutinitas tahunan yang biasanya dilakukan secara gotong royong. Namun tahun ini terasa berbeda. Sepinya keterlibatan warga tidak menyurutkan semangat pengabdian para prajurit.
Danramil 1004/Tanjungsari, Kapten Inf Agus Hermawan, yang turut hadir di lokasi, menegaskan bahwa apa yang dilakukan anggotanya bukan sekadar tugas, melainkan panggilan hati dan bagian dari ibadah.
“Kegiatan ini kami lakukan sebagai wujud rasa tanggung jawab untuk menyiapkan lapangan alun-alun menjadi tempat ibadah Shalat Idul Fitri tahun ini. Ini juga sebagai sarana ibadah kita, semoga apa yang kita lakukan menjadi ladang amal bagi kita semua. Aamiin YRA,” tegasnya.
Apresiasi pun datang dari Kepala Desa Tanjungsari, Bapak Eri, yang menyaksikan langsung dedikasi para prajurit di lapangan.
“Terima kasih anggota Koramil 1004 Tanjungsari, yang setiap tahun selalu mendorong masyarakat untuk bergotong royong, walaupun kali ini hanya bersama Karang Taruna,” pungkasnya.
Di bulan suci Ramadhan yang penuh berkah ini, menjaga kebersihan bukan hanya soal lingkungan, tetapi juga bagian dari keimanan. Apa yang dilakukan para prajurit TNI menjadi cerminan nyata bahwa kebersihan tempat ibadah adalah tanggung jawab bersama, sekaligus wujud penghormatan dalam menyambut hari suci Idul Fitri. Lingkungan yang bersih menghadirkan ketenangan, menghadirkan kekhusyukan, dan menjadi simbol kesiapan hati dalam menyambut kemenangan.
Alun-Alun Tanjungsari yang setiap tahun menjadi saksi kebersamaan umat dalam Shalat Idul Fitri, kini kembali dipersiapkan dengan penuh ketulusan. Di balik sapu dan kerja bakti sederhana, tersimpan pesan kuat: bahwa pengabdian tak mengenal waktu, bahkan di saat banyak orang memilih beristirahat.
Dari Tanjungsari, semangat itu tetap hidup—sunyi, namun penuh makna.
Editor Yayat wtp

