Puluhan warga dari dua kecamatan, mengontrog rumah BOS paket arisan Lebaran di Kampung Cijati, Desa Sukasari, Kecamatan Cilaku. Mereka menuntut kejelasan pencairan paket yang dijanjikan menjelang Idulfitri.
Menurut warga, arisan paket Lebaran tersebut diikuti banyak peserta dari Kecamatan Cilaku dan Kecamatan Cibeber dengan iuran rutin selama berbulan-bulan.
Menjelang Lebaran, pembagian paket disebut molor dan informasi dari pengelola tidak kunjung pasti, dan tidak jelas, hingga memicu kekecewaan dan kemarah warga.
Puncaknya, warga dari dya kecanatan tersebut mendatangi rumah bos paket, dan meminta pengelola menyerahkan daftar penerima paket serta jadual pencairan, dan jaminan bahwa paket sembako/THR arisan benar-benar dibagikan sesuai kesepakatan.
Salah satu peserta asal Kecamatan, Fapat Patimah asal Cilaku mengaku, ia telah mengikuti arisan paket lebaran hampir 10 tahun. Namun untuk arisan paket tahun 2026, ia telah menyetor sebanyak Rp. 2,2 juta.
" Paket lebaran berupa sembako kaya beras, minyak, daging, kentang total keseluruhannya dua juta dua ratus ribu sampai sekarang belum juga ada,”. Katanya, Rabu 28/3/2026.
Hal serupa juga dialami warga dari Cibeber, Ai Masliah. Ia mengaku, akibat ulah pengelola paket lebaran, menderita kerugian materi sebesar Rp. 1,5 juta lebih.
" Paket lebaran tahun kemarin, seminggu sebelum lebaran sudah datang paketnya. Tapi kenapa sekarang jadi gak jelas. Mana lebaran tinggal dya hari lagi," ujarnya dengan nada kesal.
Berdasarkan pengakuan pengelola paket kata Ai Masliah, untuk mengganti kerugian warga, pengelola akan menjual rumah.
“ Alasannya uang tidak ada. Dia akan bertanggungjawab dengan menjual rumah dulu. Tapi masalahnya sekarang sata jadi bingung, mau beli kebutuhan lebaran, duitnya gak ada," ujarnya kecewa.
Sementara itu, Kapolsek Cilaku, AKP. Isep Sukmana membebarkan bahwa warga dua kecamatan mendatangi rumah bos paket. Pihaknya mendapati bahwa rumah sang bos arisan ternyata sudah dalam kondisi kosong tanpa ada stok sembako.
anggota Polsek Cilaku bergerak cepat mengamankan lokasi dan berupaya menenangkan warga untuk tidak melakukan hal-hal yang melanggar hukum.
Kapolsek turut mempasilitasi warga untuk berdialog dengan pengelola paket, mencari jakan terbaik termasuk opsi pengembalian uang iuran paket. Polisi juga sampai saat ini belum menerima keterangan resmi dari pengelola paket, baik dari jumlah peserta maupun nilai paket yang dijanjikan.
“ Benar tadi warga berkumpul dan mendatangi rumah milik bos arisan paket lebaran. Karena paket yang dijanjikan. Tak kunjung datang. Ketika dicek pun di rumahnya memang kosong, tidak ada paket lebaran ataupun barang-barang pribadinya,” katanya.
Kini, pihak kepolisian telah mengarahkan warga yang merasa dirugikan untuk menempuh jalur hukum. " Saat ini para korban sedang membuat laporan kepolisian terkait kasus arisan paket bodong," pungkasnya
Eyang.

