PLN–Kemendes PDT Teken MoU, Dorong Pemanfaatan Listrik untuk Kemandirian Desa


Jakarta, 29 April 2026 – PT PLN (Persero) menjalin kerja sama strategis dengan Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) guna memperkuat pemanfaatan listrik dalam mendorong kemandirian desa. Kolaborasi tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) di kantor Kemendes PDT, Jakarta, Selasa, 28 April 2026.

Kesepakatan ini mencakup sejumlah langkah, antara lain integrasi data dan pemetaan kebutuhan energi desa, percepatan akses listrik di wilayah terbatas, serta pemanfaatan energi untuk kegiatan ekonomi produktif. Selain itu, kerja sama juga meliputi pemberdayaan masyarakat, peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM), hingga pengembangan energi baru terbarukan berbasis potensi lokal.

Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Yandri Susanto, mengatakan bahwa pembangunan desa yang berkelanjutan membutuhkan kolaborasi lintas sektor. Menurut dia, desa tidak lagi sekadar objek, melainkan subjek pembangunan.

“Desa hari ini bukan hanya objek pembangunan tapi subjek pembangunan. Semua energi harus diarahkan ke desa agar desa berdaya, mandiri, dan maju,” ujar Yandri.

Ia menambahkan, upaya tersebut sejalan dengan agenda pemerintahan dalam memperkuat pembangunan desa sebagai bagian dari pemerataan ekonomi dan pengentasan kemiskinan. Program desa binaan yang melibatkan berbagai pihak, mulai dari perguruan tinggi, swasta hingga BUMN, dinilai dapat mempercepat kemajuan desa.

Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni, Raffi Ahmad, menilai sinergi lintas sektor ini menjadi fondasi penting dalam memperkuat ekonomi masyarakat desa.

“Ini adalah wujud sinergi yang sangat baik untuk kesejahteraan masyarakat dan kemaslahatan banyak pihak,” kata Raffi.

Sementara itu, Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menegaskan bahwa akses listrik yang merata dan andal menjadi kunci terciptanya pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di desa. Ia menyebut desa harus menjadi ujung tombak pembangunan, bukan lagi wilayah yang tertinggal dalam akses energi.

“Ke depan, desa bukan lagi halaman belakang, tetapi titik pertumbuhan ekonomi baru. Karena itu, akses energi tidak boleh tertinggal,” ujar Darmawan.

Ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam membangun ekosistem ekonomi desa yang berkelanjutan. Menurut dia, pengentasan kemiskinan tidak dapat dilakukan secara sendiri-sendiri, melainkan membutuhkan sinergi seluruh pemangku kepentingan.

Kerja sama antara PLN dan Kemendes PDT ini diharapkan mampu mempercepat pembangunan desa berbasis energi, sekaligus meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan masyarakat di berbagai daerah tertinggal.

Kaverwil Andrew

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama