Boxing Van Java” 2026 Gairahkan Tinju Amatir di Tasikmalaya, Legenda Jabar Turut Hadir


Tasikmalaya– Atmosfer panas olahraga tinju amatir terasa kental di GOR Sukapura, Dadaha, saat kejuaraan bertajuk *Boxing Van Java* 2026 sukses digelar selama tiga hari, 24–26 April. Event ini menjadi ajang unjuk kemampuan bagi puluhan sasana dari berbagai daerah sekaligus mempererat jejaring insan tinju di Priangan Timur.

Partisipasi peserta terbilang tinggi. Sejumlah sasana dari luar Tasikmalaya ikut ambil bagian, di antaranya Syifa Boxing Camp dari Bandung serta Salem Boxing Camp asal Brebes, Jawa Tengah. Kabupaten Ciamis pun turut mengirimkan atlet terbaiknya di bawah arahan pelatih Sani Kawali.

Tak hanya diramaikan para petinju muda, kejuaraan ini juga mendapat perhatian dari tokoh-tokoh tinju Jawa Barat. Mantan juara nasional, Egi Sudrajat, hadir dan mengaku terkesan dengan semangat yang ditunjukkan para peserta.

“Ajang seperti ini sangat penting untuk menjaga regenerasi atlet. Saya melihat potensi besar dari para petinju muda yang tampil di sini,” ujar Egi.

Ia juga berbagi kisah perjalanan kariernya di dunia tinju. Sejak usia 13 tahun, Egi telah digembleng langsung oleh ayahnya, Aat Sudrajat, yang juga mantan juara nasional. Prestasinya terus menanjak sejak level junior, mulai dari kejuaraan daerah hingga dipercaya memperkuat tim Garuda Emas Jawa Barat selama tiga tahun.

Memasuki level senior, Egi mencatatkan pengalaman bertanding di berbagai ajang bergengsi seperti PORDA, Pra-PON, hingga Kejuaraan Nasional. Menurutnya, kunci utama menjadi atlet sukses adalah disiplin dan kemampuan mengatasi kejenuhan selama proses latihan.

“Latihan itu bukan soal fisik saja, tapi juga mental. Kalau tidak kuat menghadapi rasa bosan, sulit untuk berkembang,” tegasnya.

Kehadiran Egi sekaligus menjadi ajang silaturahmi dengan rekan-rekan lama di dunia tinju, mulai dari wasit, hakim, hingga sesama atlet. Ia juga mengapresiasi perkembangan tinju di Tasikmalaya yang dinilai memiliki basis pembinaan kuat dengan puluhan sasana aktif.

Sejumlah legenda tinju turut terlihat di arena, di antaranya Tatang Jimi dari Tasikmalaya, A Rudi Maleber asal Ciamis, serta Aat Sudrajat yang dikenal sebagai salah satu petinju berprestasi Jawa Barat pada masanya.

Di sela kegiatan, Egi menyampaikan harapan khusus bagi perkembangan tinju di Kabupaten Ciamis. Ia mendorong pemerintah daerah untuk lebih serius membina olahraga ini, termasuk melalui program ekstrakurikuler di sekolah.

“Kalau pembinaan dilakukan sejak dini, saya yakin akan lahir atlet-atlet potensial dari Ciamis yang bisa bersaing di tingkat provinsi bahkan nasional,” ujarnya.

Menurutnya, keberadaan ekstrakurikuler tinju tidak hanya berorientasi pada prestasi, tetapi juga menjadi sarana positif untuk membentuk karakter dan menjauhkan generasi muda dari pergaulan negatif.

Kejuaraan *Boxing Van Java* 2026 pun ditutup dengan semangat tinggi. Lebih dari sekadar kompetisi, ajang ini menjadi momentum penting dalam memperkuat ekosistem tinju amatir serta mendorong lahirnya bibit-bibit atlet berprestasi dari berbagai daerah.
Sys-Pnd

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama