Ratusan Ruang Kelas SD di Kabupaten Cianjur Rusak Parah, Siswa Belajar di Bawah Ancaman Bahaya

Cianjur. Wartatnipolri.net-
Kondisi memprihatinkan melihat ratusan ruang kelas SD, bangunan atau sarana presarana dunia pendidikan di Kabupaten Cianjur sangat menyedihkan.

Titik-titik kerusakan, mulai dari atap bocor, dinding retak, hingga bangunan nyaris ambruk. Ironisnya, aktivitas belajar mengajar tetap berlangsung di tengah ancaman keselamatan murid yang nyata.

Sejumlah sekolah di berbagai kecamatan terpaksa mempertahankan penggunaan ruang kelas yang sudah tidak layak. Saat hujan turun, siswa harus belajar sambil menghindari tetesan air yang masuk dari atap berlubang. Bahkan di beberapa titik, guru memilih memindahkan kegiatan belajar ke luar kelas demi menghindari risiko runtuhnya bangunan.

“Kami khawatir setiap hari. Tapi mau bagaimana lagi, tidak ada ruang alternatif,” ujar salah seorang guru yang enggan disebutkan namanya beberapa hari lalu.

Kondisi ini bukan persoalan baru. Namun hingga kini, perbaikan terkesan berjalan lambat dan belum menyentuh seluruh sekolah yang membutuhkan. Padahal, kerusakan yang terjadi bukan lagi kategori ringan, melainkan sudah masuk tahap membahayakan.

Para orang tua siswa mulai angkat suara. Mereka mendesak pemerintah daerah agar segera turun tangan dan tidak menunggu jatuhnya korban jiwa baru bertindak.

“Ini menyangkut keselamatan anak-anak kami. Jangan sampai ada kejadian baru bergerak,” tegas salah seorang wali murid kepada Wartatnipolri.net.
Jika kondisi ini terus dibiarkan, bukan hanya kualitas pendidikan yang terancam, tetapi juga keselamatan generasi penerus bangsa.
Kini, publik menunggu langkah tegas pemerintah. Apakah akan segera bertindak, atau kembali membiarkan masalah ini berlarut tanpa solusi nyata ?

Menurut keterangan Plt. Kepala Bidang ( Kabid ) SD Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Cianjur, Rifki Mohamad Ramdan mengaku, bahwa pemerintah dalam hal ini Disdikpora Kabupaten Cianjur telah menyiapkan langkah strategis. 

Kata Rifki, perbaikan sarana prasarana pendidikan akan difokuskan kepada ruang kelas dengan tingkat kerusakan berat yang membahayakan para siswa.

“Meski keberadaan anggaran pendidikan saat ini sangat terbatas, kami tetap berupaya memprioritaskan perbaikan ruang kelas yang mengalami kerusakan paling parah,”katanya. Senin, 27/04/2026.

Menurutnya, beberapa sekolah yang mengalami kerusakan cukup serius di antaranya SDN Pasir Munding 4 di Kecamatan Cibeber dan SDN Karyamukti di Kecamatan Campaka. Kedua sekolah ini akan menjadi prioritas untuk rehabilitasi.

Eyang

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

Popular Items