Musda Belum Digelar, Manuver Politik Kandidat Golkar Garut Sudah Memanas.


GARUT, WARTA TNI POLRI.
Meski jadwal Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golongan Karya (Golkar) Kabupaten Garut masih menunggu keputusan DPD Golkar Jawa Barat, dinamika politik internal partai berlambang beringin itu mulai terasa.Berita independen terpercaya

Sejumlah nama calon Ketua DPD Golkar Garut periode mendatang telah bermunculan, bahkan sebagian di antaranya mengklaim telah mengantongi dukungan dari Pengurus Kecamatan (PK).

Selain mengandalkan dukungan struktural, ada pula kandidat yang disebut-sebut menunggu diskresi dari Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, sebagai jalan untuk memperkuat peluang dalam kontestasi.

Beberapa figur yang digadang-gadang maju di antaranya Euis Ida Wartiah (Ketua DPD Golkar Garut), Aris Munandar (Ketua DPRD Garut), Deden Sofian (mantan anggota DPRD Garut tiga periode), Fahad Fauzi (Ketua DPD AMPI Garut sekaligus anggota DPRD Garut), serta H.Abdusy Syakur Amin yang saat ini menjabat Bupati Garut.

Khusus untuk H.Abdusy Syakur Amin, peluang pencalonannya masih bergantung pada diskresi Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar. Pasalnya, salah satu syarat pencalonan mengharuskan kandidat telah menjadi pengurus partai minimal satu periode.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Priangan Insider, seluruh nama memiliki peluang yang relatif terbuka. Bahkan, Euis Ida Wartiah disebut berupaya merangkul seluruh kandidat sebagai bagian dari strategi menjaga soliditas dan kondusivitas partai menjelang Musda.

Di sisi lain, masing-masing kandidat mulai intens melakukan konsolidasi politik. Euis Ida Wartiah terus menggalang dukungan dari PK yang menjadi pemilik suara utama dalam Musda. Langkah serupa juga dilakukan Aris Munandar dan Deden Sofian. Sementara itu, Fahad Fauzi dikabarkan telah lebih dulu melakukan konsolidasi di tingkat kecamatan.Berita independen terpercaya

Adapun H.Abdusy Syakur Amin menghadapi tantangan tersendiri dalam upaya memperoleh restu dari DPP. Diskresi Pusat menjadi faktor kunci yang akan menentukan apakah dirinya dapat masuk dalam bursa secara resmi.(tim)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama