Upaya menciptakan lingkungan pendidikan yang kondusif kembali dilakukan. SMP Negeri 2 Cilaku, Kabupaten Cianjur, kedatangan tim dari Kementerian Sosial Republik Indonesia dalam rangka pelaksanaan program "Pokses Goes To School".
Kegiatan yang mengusung tema "Lingkungan Sekolah Aman, Nyaman dan Mengembirakan, Stop Kekerasan Pada Anak" ini dihadiri langsung oleh Kasubag Tata Usaha Direktorat Rehabilitasi Sosial Anak Kementerian Sosial RI, Sulistya Ariadhi, A.Ks, beserta rombongan.
Hadir pula dalam kesempatan tersebut, Kepala Bidang (Kabid) SMP Dinas Pendidikan, H. Ipan Sopandi, M.Pd, dan Kepala Sekolah SMPN 2 Cilaku, Maya Andiawati, M.Pd, beserta seluruh jajaran guru, staf, dan perwakilan siswa termasuk pengurus OSIS.
Dukung Pendidikan Karakter
Kabid SMP H. Ipan Sopandi menyampaikan apresiasinya atas kedatangan tim Pokses Kemensos. Menurutnya, kehadiran ini sangat mendukung upaya peningkatan pendidikan karakter di sekolah tersebut.
"Pada intinya mereka mendukung untuk peningkatan Pendidikan Karakter yang ada di SMPN 2 Cilaku. Yang kita harapkan dari hasil kegiatan ini, karena yang dilibatkan adalah siswa/i terutama OSIS, implementasi dari materi yang diberikan bisa diterapkan oleh pihak sekolah dan juga siswa/i," ujar Ipan.
"Kami ucapkan terima kasih kepada Tim Kemensos yang sudah meluangkan waktu melakukan pendampingan dan pembinaan ke sekolah binaan kami," tambahnya.
Sekolah Harus Jadi Tempat yang Aman
Sementara itu, Kepala Sekolah SMPN 2 Cilaku, Maya Andiawati, berharap program ini dapat memberikan dampak positif yang besar bagi peserta didik. Ia menekankan pentingnya rasa aman dan nyaman bagi setiap anak dalam menuntut ilmu.
"Harapannya bahwa dengan adanya kegiatan ini, minimal anak-anak itu akan terfasilitasi kebutuhannya dan kemudian juga bisa tetap merasa aman, nyaman berada di sekolah ini," ungkap Maya.
Lebih jauh ia berharap, siswa dapat lebih mengembangkan potensi diri ke arah yang positif. "Anak-anak bisa lebih mengekspresikan dirinya dan kemampuannya tidak ke hal negatif, namun lebih ke hal positif," pungkasnya.
Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal yang kuat dalam membangun budaya sekolah yang harmonis, bebas dari kekerasan, serta mampu mengembangkan bakat dan minat siswa secara optimal
Azizah


