Batam – Sebanyak 15 warga binaan beragama Buddha di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Batam menerima Remisi Khusus (RK) Hari Raya Waisak 2570 BE Tahun 2026. Penyerahan remisi dilakukan sebagai bagian dari program pembinaan kepribadian dan pemenuhan hak warga binaan, Minggu (31/5).
Dari total 25 warga binaan yang beragama Buddha di Lapas Batam, 15 orang di antaranya memperoleh Remisi Khusus I (RK I), yaitu pengurangan sebagian masa pidana dalam rangka peringatan Hari Raya Waisak tahun ini.
Pemberian remisi tersebut merupakan bentuk penghargaan dari negara kepada warga binaan yang telah menunjukkan perubahan perilaku positif, aktif mengikuti program pembinaan, serta memenuhi persyaratan administratif dan substantif sesuai ketentuan yang berlaku.
Momentum Hari Raya Waisak juga menjadi sarana refleksi spiritual bagi warga binaan Buddha untuk memperkuat nilai-nilai kedamaian, toleransi, pengendalian diri, serta semangat memperbaiki diri selama menjalani masa pidana.
Tahun ini, Hari Raya Waisak mengusung tema “Dharma Menjaga Perdamaian Dunia”, yang mengajak umat Buddha untuk semakin menghayati dan mengamalkan nilai-nilai Buddhadharma dalam kehidupan sehari-hari.
Kepala Lapas Batam, Yosafat Rizanto, mengatakan bahwa pemberian remisi tidak hanya dimaknai sebagai pengurangan masa pidana, tetapi juga sebagai bentuk apresiasi negara terhadap kesungguhan warga binaan dalam mengikuti proses pembinaan.
“Remisi ini diharapkan menjadi motivasi bagi warga binaan untuk terus memperbaiki diri, meningkatkan kedisiplinan, serta mempersiapkan diri menjadi pribadi yang lebih baik ketika kembali ke tengah masyarakat,” ujar Yosafat.
Ia menambahkan, momentum Waisak diharapkan dapat menjadi penguatan spiritual bagi warga binaan agar senantiasa menjaga sikap toleransi, kedamaian, dan semangat perubahan positif dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui pemberian Remisi Khusus Waisak ini, Lapas Batam menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan pembinaan yang humanis, berkeadilan, serta berorientasi pada proses reintegrasi sosial warga binaan agar dapat kembali berperan positif di tengah masyarakat.
Kaverwil Andre

