Fakta Mengejutkan Keracunan 97 Balita di Cianjur Ditemukan Kandungan Nitrit Tinggi di Menu MBG



Cianjur. Wartatnipolri.net-
Fakta mengejutkan dugaan keracunan massal program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Leles, Kabupaten Cianjur, akhirnya menemukan titik terang. 

Hasil investigasi laboratorium mengungkap adanya kandungan zat kimia nitrit dalam kadar tinggi pada salah satu menu makanan yang dikonsumsi para balita.

Sebanyak 97 balita dilaporkan mengalami gejala keracunan setelah menyantap menu MBG yang dibagikan pada April 2026 lalu. Gejala yang muncul di antaranya muntah, diare, lemas hingga sesak napas. 

Hasil pemeriksaan Laboratorium Kesehatan Daerah Jawa Barat bersama Tim Investigasi Independen Badan Gizi Nasional menemukan cemaran nitrit pada menu tumis pakcoy yang disajikan tanggal 16 April 2026. 

Kadar nitrit disebut mencapai 11,85 mg/kg atau sekitar 169 kali lipat di atas ambang batas aman yang ditetapkan Joint FAO/WHO Expert Committee on Food Additives (JECFA).
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur, Javed Sumawe Matapung, menyebut selain kandungan kimia, petugas juga menemukan bakteri yang diduga muncul akibat persoalan kehigienisan saat proses pengolahan makanan, mulai dari pencucian bahan, memasak hingga pengemasan. 

Meski demikian, investigasi menyebut sebagian besar sampel menu MBG pada tanggal 13, 14, 15, 17 dan 18 April dinyatakan negatif dari cemaran bakteri seperti Salmonella, E.coli, hingga Bacillus cereus. 

Tim investigasi menduga tingginya kandungan nitrit bisa berasal dari aktivitas bakteri yang mengubah nitrat menjadi nitrit secara alami. Namun ada pula kemungkinan lain seperti penggunaan pupuk nitrogen berlebihan, air tercemar limbah, atau faktor lingkungan pertanian. 

Akibat kejadian tersebut, operasional dapur SPPG Leles 2 untuk sementara dihentikan sambil menunggu evaluasi lanjutan dari pemerintah pusat dan instansi terkait.

Eyang

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama