Pemerintah Kabupaten ( Pemkab ) Cianjur resmi memperpanjang status siaga darurat bencana menyusul masih tingginya intensitas hujan dan potensi bencana hidrometeorologi di sejumlah wilayah termasuk tiga kecamatan yang terendam banjir, Kecamatan Cipanas, Mande dan kecamatan Ciranjang.
Keputusan tersebut diambil setelah banjir ekstrem dan longsor melanda beberapa kecamatan dalam beberapa hari terakhir.
Curah hujan tinggi yang terus mengguyur wilayah selatan, tengah dan utara Cianjur menyebabkan sejumlah sungai meluap, akses jalan terputus, hingga merendam permukiman warga.
Kondisi itu membuat ribuan warga terdampak dan memaksa pemerintah daerah ( Pemda ) meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi bencana.
Bupati Cianjur, dr. Wahyu Ferdian mengatakan, langkah antisipasi penanganan bencana tahun 2026, menyesuaikan dengan prediksi cuaca ekstrem dari BMKG yang diperkirakan masih berlangsung hingga beberapa bulan ke depan.
Kata Wahyu, perpanjangan status siaga darurat dilakukan untuk mempercepat penanganan bencana, distribusi bantuan, serta memudahkan koordinasi lintas instansi.
Selain banjir lanjutnya, ancaman tanah longsor juga masih menghantui daerah perbukitan dan kawasan rawan pergerakan tanah. Warga yang tinggal di bantaran sungai dan lereng tebing diminta tetap waspada, terutama saat hujan deras turun pada malam hari.
Petugas gabungan dari BPBD, TNI, Polri, relawan hingga aparat desa terus disiagakan di sejumlah titik rawan guna mengantisipasi banjir susulan maupun longsor.
Pemda juga mengimbau masyarakat agar tidak memaksakan melintas di jalan yang tergenang atau berada dekat aliran sungai saat debit air meningkat drastis.
" Status siaga darurat bencana ini diperpanjang. Untuk menghadapi cuaca ekstrem dan peralihan musim yang kemungkinan terjadinya kemarau panjang, pemerintah sudah menyiapkan anggaran dana kebencanaan. Kata Wahyu. Minggu 03/05/2026.
Sementara itu Badan Penanggulangan Bencana Daerah ( BPBD ) Kabupaten Cianjur, masih melakukan pendataan kerusakan rumah, fasilitas umum, serta lahan pertanian dan kerusakan insprastruktur lainnya.
Sementara sejumlah warga yang rumahnya masih terendam banjir dan rusak, masih bertahan di lokasi pengungsian sambil menunggu kondisi benar-benar aman.
Warga masyarakat berharap Pemkab Cianjur, gerak cepat untuk melakukan perbaikan rumah-rumah korban yang rusak dan sarana lainnya, agar mempermudah warga untuk beraktifitas.
Eyang