Garut. Warta Tni Polri. Pemerintah Kabupaten Garut menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) dalam rangka menjaga kestabilan harga dan ketersediaan pangan menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah. Kegiatan tersebut dilaksanakan serentak se-Provinsi Jawa Barat dengan melibatkan pelaku usaha pangan, petani, serta Perum Bulog.
Dalam kegiatan itu, masyarakat dapat membeli berbagai kebutuhan pokok dengan harga lebih murah dibandingkan harga pasar. Pemerintah daerah juga menyediakan sekitar 3,5 ton bahan pangan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Garut, Yani Yuliani, S.P., M.P., mengatakan kegiatan tersebut menjadi upaya pemerintah dalam membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pangan dengan harga terjangkau menjelang hari besar keagamaan.
“Kegiatan ini dalam rangka memfasilitasi masyarakat menjelang hari besar keagamaan, yaitu Idul Adha. Kita mencoba bersinergi dengan para pelaku usaha pangan dan Perum Bulog agar masyarakat bisa mendapatkan pangan dengan harga terjangkau,” ujarnya.
Ia menjelaskan, program tersebut juga menjadi upaya untuk memutus mata rantai distribusi pangan sehingga harga jual dapat ditekan tanpa merugikan produsen.
“Produsen tetap mendapatkan keuntungan, sementara masyarakat juga tidak terlalu mahal dalam mengakses pangan,” katanya.
Sejumlah komoditas menjadi incaran masyarakat, terutama minyak goreng yang dijual di bawah harga pasar. Selain itu, berbagai produk olahan pangan lokal juga menarik perhatian pengunjung.
Sementara itu, Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin atau Dr. Ir. H. Abdusy Syakur Amin, M.Eng., IPU., mengapresiasi tingginya antusiasme pelaku usaha pangan lokal. Menurutnya, sektor pengolahan pangan memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan di Kabupaten Garut.
“Saya sangat gembira. Kegiatan ini bukan hanya menjaga ketersediaan pangan menjelang Idul Adha, tetapi juga mendorong pelaku usaha pengolahan pangan agar terus berkembang,” ujarnya.
Ia menilai para pelaku usaha di Garut kini mulai berinovasi dengan menghadirkan produk olahan bernilai tambah, seperti minyak bawang, olahan cabai, hingga produk pangan lainnya.
Bupati juga berencana mendorong promosi produk lokal melalui berbagai kegiatan budaya maupun olahraga dengan menyediakan stand khusus produk olahan pangan.
“Nanti di event budaya dan olahraga kita siapkan stand khusus produk olahan pangan lokal supaya semakin dikenal masyarakat,” katanya.
Selain membahas ketahanan pangan, Bupati Garut juga menyinggung pentingnya evaluasi dan pengawasan dalam berbagai program pemerintah, termasuk soal keamanan pangan dan pembinaan kepada para pelaku usaha.
Ia berharap seluruh pihak dapat terus menjaga komunikasi dan bekerja sama agar program-program pemerintah dapat berjalan lebih . (DNG)



