GARUT , WARTA TNI POLRI.
Atmosfer di lingkungan Pemerintah Kabupaten Garut
mulai memanas seiring dengan hitung mundur masa pensiun Sekretaris Daerah (Sekda)H.Nurdin Yana yang dijadwalkan pada Oktober 2026 mendatang. Di tengah persiapan seleksi jabatan untuk mengisi kursi panas tersebut, sorotan tajam tertuju pada kriteria sosok yang diinginkan oleh pimpinan daerah untuk menakhodai birokrasi Kota Intan.
Wakil Bupati Garut,Hj.Putri Karlina, menegaskan bahwa proses transisi kepemimpinan birokrasi ini harus berjalan di atas rel objektivitas yang ketat. Saat dikonfirmasi mengenai siapa sosok terbaik yang pantas menggantikan H.Nurdin Yana, Hj.Putri Karlina menyatakan bahwa dirinya tidak mematok satu nama berdasarkan kedekatan personal.
"Saya itu orang yang sangat objektif. Tanyain ke teman-teman ASN, saya tidak pernah menilai seseorang hanya dari kedekatan secara subjektif. Saya akan menilai yang bisa kerja," tegas Hj.Putri Karlina saat ditemui para awak Media.
Pernyataan ini seolah menjadi "sinyal waspada" bagi para pemangku kepentingan di lingkungan ASN agar tidak sekadar mengandalkan lobi-lobi politik, melainkan menunjukkan integritas dan kapasitas kinerja.
Momen menarik terjadi ketika tim media mencoba membedah lebih dalam definisi "bisa kerja" yang dimaksud sang Wakil Bupati. Secara simbolis,Hj.Putri Karlina menunjuk ke arah barisan pejabat Pemerintah Kabupaten Garut yang tengah berdiri di belakangnya.
Di antara jajaran elite birokrasi yang hadir saat itu, tampak sosok Agus Ismail, yang saat ini menjabat sebagai Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Garut. Ketika ditanya secara spesifik apakah Agus Ismail merupakan calon kuat dalam bursa seleksi nanti,Hj.Putri Karlina menjawab dengan nada diplomatis sambil tersenyum misterius.
"Saya tidak tahu," ujarnya sembari tertawa kecil. "Intinya begini, untuk seleksi penggantian Sekda Garut masih lama dan hari ini kita fokus untuk menyelesaikan yang menjadi prioritas."
Danang
