Di Tengah Polemik BGN, Mitra SPPG Kedungwuluh 2 Tegaskan Komitmen Jalankan Program MBG


PANGANDARAN** – Di tengah polemik dan sorotan terhadap tata kelola Badan Gizi Nasional (BGN), Mitra Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kedungwuluh 2 tetap menunjukkan komitmen kuat untuk mendukung keberlanjutan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Meski sejumlah mitra di berbagai daerah menghentikan sementara operasional akibat belum cairnya dana bantuan operasional, SPPG Kedungwuluh 2 memastikan layanan kepada para penerima manfaat tetap berjalan.

Ketua Yayasan Adlan Sehat Sejahtera, Advie Alfian, menegaskan bahwa pihaknya memilih tetap beroperasi demi menjaga hak para penerima manfaat untuk mendapatkan makanan bergizi sesuai program pemerintah.

"Meskipun di tengah polemik yang beredar banyak SPPG yang berhenti beroperasi karena dana bantuan operasional belum cair, kami sebagai mitra SPPG Kedungwuluh siap merogoh kocek pribadi terlebih dahulu agar program ini tetap berjalan dan makanan bergizi dapat terus terdistribusi kepada para penerima manfaat," ujar Advie, Jumat (5/6/2026).

Menurutnya, komitmen tersebut merupakan bentuk dukungan nyata terhadap program strategis pemerintah yang bertujuan meningkatkan kualitas gizi masyarakat, khususnya anak-anak sekolah dan kelompok penerima manfaat lainnya.

Ia menjelaskan, penghentian operasional secara mendadak bukanlah pilihan yang mudah. Sebab, pelaksanaan Program MBG tidak hanya menyangkut penerima manfaat, tetapi juga melibatkan banyak pihak dalam rantai pasok, mulai dari petani, peternak, pelaku UMKM, hingga para pemasok bahan pangan lokal.

"Kami akan berusaha tetap berkomitmen demi terlaksananya program pemerintah ini agar manfaatnya tetap diterima oleh masyarakat. Jika kegiatan dihentikan secara tiba-tiba, dampaknya tidak hanya dirasakan oleh penerima manfaat, tetapi juga para supplier yang sudah menyiapkan kebutuhan bahan pangan," katanya.

Terkait isu larangan penggunaan dana talangan sebelum pencairan dana dari BGN, Advie menilai hingga saat ini belum ada surat edaran resmi yang bersifat mengikat. Menurutnya, informasi yang beredar lebih berupa imbauan yang disampaikan secara mendadak.

"Menurut hemat kami, tidak ada edaran resmi yang melarang penggunaan dana talangan. Yang kami terima hanya sebatas imbauan. Jika imbauan tersebut langsung diterapkan, banyak supplier yang berpotensi merugi karena pesanan yang sudah dilakukan harus dibatalkan," jelasnya.

Advie mengungkapkan bahwa berbagai kebutuhan bahan pangan telah dipesan jauh hari sebelum distribusi dilakukan. Karena itu, penghentian operasional secara mendadak dapat menimbulkan kerugian ekonomi bagi para pelaku usaha lokal yang selama ini mendukung pelaksanaan program.

Di berbagai daerah, keterlambatan pencairan anggaran operasional dari BGN memang menjadi persoalan yang menyebabkan sejumlah SPPG menghentikan layanan sementara. Namun demikian, SPPG Kedungwuluh 2 memilih tetap menjalankan kegiatan dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian sambil menunggu kejelasan kebijakan dari pemerintah pusat.

Komitmen tersebut menjadi bukti bahwa keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis tidak hanya bergantung pada aspek pendanaan, tetapi juga pada dedikasi para mitra pelaksana di lapangan yang terus berupaya memastikan manfaat program tetap dirasakan masyarakat.

Pihak SPPG Kedungwuluh 2 berharap persoalan administrasi dan pencairan anggaran yang saat ini menjadi perhatian dapat segera terselesaikan, sehingga pelaksanaan Program MBG dapat berjalan lebih optimal, berkelanjutan, serta terus memberikan dampak positif bagi peningkatan gizi masyarakat dan pertumbuhan ekonomi lokal. (Sys-Pnd)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama