Tanamkan Budaya Ramah Lingkungan Sejak Dini, 55 Sekolah di Kabupaten Garut Raih Penghargaan Adiwiyata

GARUT,WARTA TNI POLRI. Pemerintah Kabupaten Garut menyerahkan penghargaan Sekolah Adiwiyata kepada 55 sekolah dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari SD/MI, SMP, hingga SMA/SMK, yang dinilai berhasil menerapkan budaya peduli dan berbudaya lingkungan hidup di lingkungan sekolah masing-masing.

Penyerahan penghargaan tersebut menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Garut bersama para pemangku kepentingan dalam menumbuhkan kesadaran menjaga kelestarian lingkungan secara berkelanjutan. Upaya ini dinilai penting, terlebih di tengah berbagai persoalan lingkungan dan bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang turut berdampak pada sejumlah wilayah.

Wakil Bupati Garut, drg. Hj. Putri Karlina, MBA, mengatakan program Adiwiyata tidak sekadar menjadi bentuk apresiasi kepada sekolah, tetapi juga merupakan sarana edukasi strategis untuk membentuk karakter generasi muda agar memiliki kepedulian terhadap lingkungan sejak usia dini.

“Harapannya tentu dapat menghasilkan anak-anak yang peduli dengan lingkungannya, mulai dari memilah sampah hingga kepedulian terhadap penghijauan dan lingkungan hidup. Sekarang isu Karhutla ada di mana-mana, di kita pun ada. Maka dari itu, pemahaman lingkungan hidup harus ditanamkan sejak dini, bahkan orang tua pun harus mulai menyeriusi urusan lingkungan,” ujar Wakil Bupati Garut, Kamis (27/8/2026).

Wakil Bupati Garut juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh sekolah yang telah berkomitmen menerapkan budaya peduli lingkungan. Ia turut mengapresiasi dukungan berbagai pihak dan mitra pembangunan, di antaranya Bakti Barito dan Star Energy, yang turut mendukung pelaksanaan pembinaan Sekolah Adiwiyata di Kabupaten Garut.

Sementara itu, Kepala Bidang Konservasi Lingkungan dan Keanekaragaman Hayati Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Garut, H.Dadan Ridwan, S.E., M.Si., menjelaskan bahwa terdapat empat indikator utama yang menjadi dasar penilaian dalam penetapan Sekolah Adiwiyata.

Keempat indikator tersebut meliputi konservasi air, ruang terbuka hijau (RTH), pengelolaan sampah, serta pemilahan sampah. Konservasi air mencakup upaya penghematan dan pemanfaatan sumber daya air secara efisien. Sementara itu, RTH berkaitan dengan penghijauan dan penataan tanaman di lingkungan sekolah.

Adapun pengelolaan sampah mencakup sistem penanganan dan pengolahan limbah sekolah, sedangkan pemilahan sampah menitikberatkan pada edukasi serta pemisahan sampah organik dan anorganik sejak dari sumbernya.
H.Dadan Ridwan menyebutkan, dari total 96 sekolah yang mendaftar dan melakukan proses pendataan melalui Sistem Informasi Adiwiyata, sebanyak 55 sekolah berhasil memenuhi kriteria dan menerima piagam penghargaan Adiwiyata tingkat Kabupaten Garut.

Selain itu, sejumlah sekolah juga berhasil masuk dalam tahapan untuk tingkat yang lebih tinggi. Sebanyak 15 sekolah lolos atau diusulkan ke tingkat Provinsi Jawa Barat, lima sekolah lolos atau diusulkan ke tingkat nasional, serta tiga sekolah masuk dalam kategori Adiwiyata Mandiri.

H.Dadan berharap capaian tersebut dapat mendorong semakin banyak sekolah di Kabupaten Garut untuk menerapkan budaya peduli lingkungan secara konsisten.

“Harapannya makin banyak sekolah yang sukses dan terus berlomba-lomba. Sebab jika sejak usia dini kita belajar dan membiasakan budaya berlingkungan hidup, ke depannya tidak akan susah lagi untuk menjaga alam kita,” pungkas H.Dadan Ridwan, S.E., M.Si. (DNG)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama