Wabup Garut Hj.Putri Karlina Mengapresiasi Generasi Penghafal Al-Qur’an yang di Gelar DPD FKPQ Kab.Garut.

GARUT,WARTA TNI POLRI. Pemerintah Kabupaten Garut memberikan apresiasi terhadap para santri yang mampu menghafal Al-Qur’an mulai dari 1 juz hingga 30 juz. Apresiasi tersebut disampaikan Wakil Bupati Garut, drg. Hj. Luthfianisa Putri Karlina, M.BA, dalam kegiatan Khotmil Qur’an yang diselenggarakan Forum Komunikasi Pendidikan Al-Qur’an (FKPQ) Kabupaten Garut,bertempat di Gedung Negara Pendopo Kabupaten Garut, Kamis (27/8/2026).

Wakil Bupati Garut menilai kemampuan menghafal Al-Qur’an hingga 30 juz merupakan pencapaian yang sangat luar biasa sekaligus bentuk keberkahan yang patut diapresiasi. Menurutnya, lahirnya generasi penghafal Al-Qur’an membutuhkan dukungan dari berbagai pihak, terutama orang tua dan Pemerintah.

“Mencetak generasi penghafal Al-Qur’an adalah hal yang sangat luar biasa dan harus didukung oleh Ibu, Bapak, dan orang tua lainnya di luar sana. Menghafal 30 juz merupakan rahmat dari Allah dan bentuk keberkahan kemampuan anak. Kami terus mendukung FKPQ selaku organisasi yang menaungi lembaga Al-Qur’an dan berharap semakin banyak lahir generasi huffaz di Garut,” ujar Hj. Putri Karlina.

Kegiatan tersebut sekaligus dirangkaikan dengan pemberian penghargaan kepada para Santri Hafidz Al-Qur’an yang telah menyelesaikan hafalan mulai dari 1 juz hingga 30 juz. Kegiatan ini menjadi bentuk apresiasi sekaligus motivasi bagi para Santri untuk terus meningkatkan kemampuan dalam menghafal dan mengamalkan Al-Qur’an.

Ketua DPD FKPQ Kabupaten Garut, KH. Undang Ahmad Sobar atau yang akrab disapa Abah Aznur, mengatakan kegiatan Hifdzil Qur’an merupakan bagian dari ikhtiar FKPQ dalam membina generasi penerus melalui pendidikan Al-Qur’an.

Ia menjelaskan, kegiatan tersebut dilaksanakan secara rutin setiap dua tahun sekali. Sementara pada tahun berikutnya, FKPQ menggelar Festival Al-Qur’an sebagai bagian dari rangkaian pembinaan dan pengembangan potensi generasi Qur’ani di Kabupaten Garut.

“Kegiatan ini murni ikhtiar kami. Dan kami berharap ke depan supaya ada perhatian nyata dari Pemerintah Kabupaten Garut, baik dari Bupati, Wakil Bupati, maupun DPRD, karena kegiatan ini adalah obat riil bagi masyarakat dan bangsa,” tegas KH. Undang Ahmad Sobar.

Antusiasme masyarakat terhadap kegiatan tersebut terbilang tinggi. Tercatat lebih dari 1.000 peserta mendaftar untuk mengikuti kegiatan. Namun, keterbatasan kapasitas Gedung Pendopo Kabupaten Garut membuat FKPQ harus membatasi jumlah Santri dan orang tua yang dapat hadir secara langsung.
Tingginya jumlah peserta tersebut menjadi pertimbangan FKPQ untuk menggelar kegiatan dengan skala yang lebih besar pada pelaksanaan berikutnya. FKPQ berencana memanfaatkan Sarana Olahraga (SOR) Kabupaten Garut sebagai lokasi kegiatan agar dapat menampung lebih banyak santri dan orang tua.

Kepengurusan FKPQ telah tersebar di 42 Kecamatan se-Kabupaten Garut. FKPQ juga menaungi berbagai lembaga pendidikan Al-Qur’an hingga Pesantren Tahfidz yang menjadi bagian dari upaya pembinaan Generasi Qur’ani di Daerah.

Selain kegiatan apresiasi, FKPQ turut memberikan Sertifikasi kepada Santri Tahfidz Qur'an melalui uji Munagosah yang dilakukan secara bertahap. Sertifikasi tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu modal bagi para santri untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

Ke depan, sertifikasi hafiz yang diterbitkan FKPQ juga diproyeksikan dapat mendukung peluang pendidikan para santri melalui kerja sama program beasiswa, termasuk kesempatan melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi di luar negeri.

Melalui kegiatan Tahfidz Qur’an, FKPQ berharap semakin banyak generasi muda di Kabupaten Garut yang mampu menghafal  Al-Qur’an sekaligus menjadikan nilai-nilai Al-Qur’an sebagai pedoman kehidupan sehari-hari.(DNG)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama