Anggaran Sampah Garut Bakal Bertambah Dua Kali Lipat PadaTahun 2027, Bupati Garut Siapkan Pembenahan TPA Pasir Bajing Secara Bertahap.


GARUT, WARTA TNI POLRI.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut berencana akan menggandakan anggaran tentang penanganan sampah pada tahun 2027. Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan pengelolaan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Pasir Bajing, yang setiap harinya menerima sekitar 300 ton sampah.

Bupati Garut,H.Abdusy Syakur Amin, mengatakan penanganan kebakaran sampah di TPA Pasir Bajing kini hampir sepenuhnya tuntas. Kendaraan pengangkut sampah pun sudah kembali diperbolehkan masuk dan beroperasi seperti biasa.

Bupati H.Syakur Amin menegaskan, Pemkab Garut memahami keresahan masyarakat akibat persoalan sampah, termasuk dampak asap dari kebakaran di area TPA. Karena itu, pemerintah daerah berkomitmen melakukan pembenahan secara bertahap sesuai dengan kemampuan anggaran dan ketentuan yang berlaku.

Menurutnya, besarnya volume sampah yang masuk setiap hari menjadi tantangan tersendiri. Sementara itu, anggaran yang tersedia untuk pengelolaan TPA masih terbatas.

"Kita bisa bayangkan sehari ada 300 ton sampah yang masuk, sedangkan anggaran cuma Rp12 miliar," ungkap Bupati Garut H.Syakur Amin.
Ia menjelaskan, dari total anggaran Rp17 miliar yang dikelola Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Garut, sekitar Rp5 miliar dialokasikan untuk pengelolaan TPA Pasir Bajing. Adapun Rp12 miliar lainnya digunakan untuk kebutuhan Mobilisasi.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, Pemkab Garut berencana menambah anggaran pengelolaan TPA melalui anggaran perubahan. Selanjutnya, alokasi anggaran akan kembali ditingkatkan pada 2027 agar penanganan sampah bisa berjalan lebih optimal.

"Itu kan tidak bisa sekaligus. Tapi tadi saya sampaikan bahwa dalam anggaran perubahan akan ada alokasi untuk itu. Tahun 2027 kita akan alokasikan lebih banyak lagi supaya bisa mendekati ideal," ujarnya.
Bupati menyebutkan, anggaran pengelolaan TPA Pasir Bajing pada 2027 ditargetkan meningkat hingga dua kali lipat dibandingkan anggaran 2026.

Penambahan anggaran tersebut diharap kan dapat mendukung pembangunan berbagai fasilitas penunjang, termasuk zona penyangga atau buffer zone. Fasilitas ini dinilai penting untuk membantu mengurangi dampak aktivitas TPA terhadap lingkungan dan masyarakat sekitar.

Menurut Bupati, kondisi ideal TPA tidak hanya ditentukan oleh kapasitas penampungan sampah, tetapi juga keberadaan pepohonan sebagai penyangga, sistem irigasi, serta fasilitas pendukung lainnya.

"Yang kita komitmenkan, kita akan menambah biaya pengelolaan di TPA Pasir Bajing. Idealnya ada penyangga berupa pepohonan supaya asap tidak menyebar, dan juga ada irigasi," katanya.

Meski demikian, ia mengakui pembenahan TPA Pasir Bajing membutuhkan proses dan tidak bisa dilakukan sekaligus. Karena itu, Pemerintah Daerah akan memprioritaskan program secara bertahap melalui anggaran perubahan dan peningkatan alokasi pada 2027.

"Rencananya banyak dan itu tidak bisa sekaligus. Tapi dalam anggaran perubahan akan ada alokasi untuk itu. Tahun 2027 kita akan alokasikan lebih banyak lagi. Anggaran akan naik dua kali lipat untuk TPA supaya bisa mendekati kondisi ideal," tandasnya.(DNG)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama