Kisah Siswi SD di Kulon Progo ke Sekolah Bawa Adik Demi Ibu yang Berjuang Melawan Kanker



KULON PROGO,Sejak beberapa pekan terakhir, Ariendra Ralea Irgantari (9) menjalani hari-hari di SDN Gembongan, Kulon Progo bersama Reyfan Elcaraka Fahturohman, adiknya yang berusia 4 tahun.

Ia harus membawa adiknya ke sekolah. Sebab, ibundanya sedang menjalani kemoterapi kanker payudara di Rumah Sakit Harjolukito, Sleman. 

Pihak sekolah mengizinkan. Kehadiran Ariendra dan adiknya dianggap bisa menjadi pelajaran hidup bagi seluruh siswa agar mengerti tentang empati dan peduli.

Ariendra mengaku tetap senang dan tidak merasa terganggu karena harus membawa adik setiap hari

Aku tiap hari bawa adik ke sekolah,” kata Ariendra.

Keteguhan Vidi Aldiano Berjuang Melawan Kanker Ginjal dan Dukungan Para Sahabat

Di sekolah, Reyfan mengikuti Ariendra ke mana pun. Kadang, ia duduk di kelas, kadang juga menunggu di luar.

Jika bosan, Reyfan bermain di teras. Tidak mengganggu. Tidak juga merepotkan. “Adikku nggak nakal,” kata Ariendra. 

Saat Ariendra mengikuti jam olahraga dan bermain kasti di halaman sekolah, adik kecilnya juga ikut bersorak membangun keseruan bersama para murid lainnya.

Reyfan tampil beda dengan para siswa lain yang mengenakan seragam olahraga warna oranye.

Bocah itu mengenakan topi, kemeja bercorak, celana panjang, dan sepatu. Ia asyik melihat saat jam olahraga berlangsung.

 Ibu Lina Yakin Bisa, Melawan Kanker demi Anak di Tengah Vonis Hidup yang Tinggal 40 Persen 

Jadi Pelajaran Hidup untuk Para Siswa
Sejak ibunya sakit, Ariendra tetap berusaha hadir sepenuhnya di kelas.

Meski, terkadang pikirannya melayang ke ranjang rumah sakit, tempat ibunya yang terbaring.

Di usia 9 tahun, murid kelas III itu sudah akrab dengan kata radioterapi, rumah sakit, dan perawatan. Dari situ pula tumbuh mimpinya. “Aku pengen jadi dokter, katanya.

Bikin rumah sakit sendiri, biar bisa ngobati orang, imbuhnya.

Kepala SD Negeri Gembongan, Pri Hastuti Komarul mengatakan, keputusan mengizinkan Ariendra membawa adiknya ke sekolah diambil atas dasar kemanusiaan.

Secara aturan memang tidak ideal. Tapi secara kemanusiaan, siapa yang ingin berada di posisi seperti itu? kata Pri.

Menurutnya, kehadiran Ariendra dan adiknya justru menjadi pelajaran hidup bagi seluruh siswa. Semua murid di sini belajar empati dan belajar peduli.

Ini laboratorium hidup pendidikan karakter,” kata Pri.
Pendidikan karakter
kemoterapi
Kulon Progo
pejuang kanker
Pelajaran hidup
tanggung jawab
kulon progo
Ariendra Ralea
SDN Gembongan
selengkapnya.

Jat

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama