RAMADAN PENUH Kepedulian, DPC PPPAD/0608/111-001 DI BANTU RAYON KOTA KAB CIANJUR BERBAGI Takjil


Cianjur,wartatnipolri.net
Sore itu, Sabtu  (28/2) sekitar pukul 17.00,wib suasana di jalan siliwanggi  Cianjur  mendadak terasa berbeda. Di tengah lalu lintas kendaraan yang mulai padat menjelang waktu berbuka puasa, senyum ramah para Anggota Persatuan putra putri Angkatan darat (PPPAD)anggota  menyambut setiap pengendara yang melintas.

Ratusan paket takjil dibagikan secara cuma-cuma kepada masyarakat. Di balik seragam Organisasi yang tegas, terselip sapaan hangat dan doa tulus agar perjalanan para pengendara senantiasa aman hingga tiba di rumah untuk berbuka bersama keluarga.

Kegiatan berbagi takjil tersebut dipimpin langsung oleh Ketua  DPC NIA Dan ketua Rayon  Abah Luky Dan Anggota.

Di bawah langit senja yang perlahan berubah jingga, satu per satu paket takjil berpindah tangan. Ada pengendara ojek online yang tersenyum lebar sambil mengucap terima kasih, ada pula seorang bapak paruh baya yang terlihat terharu karena tak perlu lagi terburu-buru mencari makanan untuk berbuka di perjalanan.

Dalam keterangannya, Ketua  Rayon Luky menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar membagikan makanan pembuka puasa. Lebih dari itu, ini adalah wujud kepedulian dan kebersamaan antara Pengurus dan Anggota PPPAD Kab Cianjur  menyemarakkan bulan suci Ramadan.

Momentum Ramadan ini mengajarkan kita untuk saling berbagi dan mempererat silaturahmi. Kami ingin menunjukkan bahwa PPPAD hadir, tetapi juga sebagai bagian dari masyarakat yang peduli dan siap berbagi,” ujarnya.

hanyalah semangat kebersamaan. Mereka berdiri berdampingan, menyodorkan takjil, menyapa pengendara, dan sesekali berbagi canda ringan di sela-sela kegiatan.
Bagi masyarakat yang melintas, aksi sederhana itu membawa kesan mendalam. Di tengah rutinitas dan kesibukan, perhatian kecil seperti ini mampu menghadirkan rasa dihargai dan diperhatikan.

Menjelang azan Magrib, kegiatan pun berakhir dengan penuh kehangatan. Meski takjil telah habis dibagikan, semangat kebersamaan yang terbangun sore itu terasa masih tinggal menjadi pengingat bahwa Ramadan bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi juga tentang memperkuat persaudaraan dan menumbuhkan empati.

Ramadan terasa begitu hidup—bukan hanya dalam doa, tetapi juga dalam aksi nyata berbagi untuk sesama Yang membutuhkan.

Jat

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama