Cuaca ekstreem yang dibarengi hujan lebat dan angin kencang yang melanda wilayah Kabupaten Cianjur, sejak Jum'at dan Sabtu kemarin, mengakibatkan jalan penghubung antar desa di wilayah Kecamatan Cidaun, sepanjang 750 meter tertutup longosoran material tanah.
Akibat bencana alam longsor ini, jalur lalulintas antar desa tidak dapat dilalui oleh kendaraan roda empat maupun roda dua. Berdasarkan data yang berhasil dihimpun Wartatnipolri.net- di lapangan, tercatat ada 17 titik longsor yang terjadi di wilayah Desa Cibuluh, Kecamatan Cidaun, Kabupaten Cuanjur.
Petugas gabungan yang terdiri dari TNI/POLRI, unsur kecamatan, perangkat desa, relawan dan warga masyarakat setempat, bergotong royong membuka kembali akses jalan yang tertimbun longsoran tanah.
Dengan menggunakan peralatan seadanya, para petugas gabungan ini bekerja bahu membahu mengevakuasi longsoran tanah yang menutupi jalan dengan harapan dapat kembali dilalui kendaraan, minimal oleh kendaraan roda dua.
Dikatakan Camat Cidaun, Gagan Rusganda, sebagian besar longsoran tanah ini menutupi badan jalan utama dan area pesawahan milik warga. Dampak dari bencana ini, beberapa insprastruktur jalan dan sawah rusak parah. Selain itu, aktifitas warga masyarakat terganggu.
" Alhamdulillah dari bencana ini, tidak menimbulkan korban jiwa. Hanya beberapa insprastruktur jalan dan sawah dibeberapa titik mengalami kerusakan," kata Camat Cidaun. Minggu 29/04/2026.
Kata Camat, longsoran tanah ini terjadi bersamaan dibelasan titik rawan bencana, terutama di wilayah Desa Cibuluh, material tanah masih menutupi jalan dan sawah. Sementara bencana longsor di desa kainnya, masih dalam pendataan petugas. Dan sulitnya medan untuk dilalui kendaraan. Yang menjadi kendala, ada sekitar 14 titik longsor disepanjang jalur utama desa.
Diakui Gagan, pihaknya telah melaporkan kasus bencana longsorbini kebpihak Pemerintah Kabupaten ( Pemkab ) Cianjur melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah ( BPBD ) Kabupaten Cianjur. Dan salah satu poin yang dilaporkan, permintaan penanganan perbaikan premanen insprastruktur jalan yang rusak, agar kembali bisa dilalui kendaraan dan aktifitas warga kembali lancar.
Canat menjelaskan, selain kerusakan insprastruktur jalan, terdapat sekitar 8 hektar sawah warga tertimbun material longsoran tanah. Sementara bencana susulan masih menghantui warga disekitar lokasi bencana, karena terdapat belasan rumah warga yang berada di dekat lokasi bencana.
Gagan menghimbau warga untuk berhati-hati dan waspada, mengingat cuaca ekstreem yang tidak bersahabat.
" Jika ada hujan dan angin dengan intensitas tinggi, dan demi keselamatan, warga harus segera mengungsi ketempat yang lebih aman," pungkasnya.
Eyang


