Dua perampok bersenjata api di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat mengaku sebagai anggota TNI. Merespons hal ini, Komando Distrik Militer 0608/Cianjur menegaskan bahwa pelaku merupakan warga sipil.
Kepala Staf Kodim 0608/Cianjur Mayor Cba Ujang Rohmat mengatakan, pihaknya sudah mendalami video yang beredar di media sosial yang menyebutkan keduanya merupakan anggota TNI merupakan kabar bohong/hoax
Sedangkan senjata yang digunakan merupakan airsoftgun bukan senjata api, sehingga aksi yang mereka lakukan tidak ada kaitan dengan TNI atau kesatuan manapun, sehingga pihaknya membantah video yang beredar ada kaitan dengan TNI.
Jadi video yang beredar menyebutkan mereka anggota TNI yang masuk rumah warga di Kecamatan Cilaku, sehingga meresahkan karena disebut-sebut keduanya membawa senjata api setelah didalami itu merupakan senjata jenis airsoftgun," kata Ujang Rohmat. Dikuti Jumat (27/3/2026).
TNI menyebutkan perbuatan yang dilakukan kedua orang tersebut terkait gadai kendaraan, dan salah satu dari pelaku sudah ditangkap dan diserahkan ke Polres Cianjur, sehingga kasusnya saat ini sudah ditangani kepolisian.
Sementara aksi perampokan yang dilakukan kedua orang pelaku di Perumahan Pataruman Regency, Kelurahan Sayang, Kecamatan Cianjur, sempat direkam warga dan viral di media sosial di mana pelaku membawa senjata api dan mengaku sebagai anggota TNI.
Warga tidak dapat berbuat banyak karena takut dengan senjata yang dikeluarkan pelaku dari dalam tasnya, bahkan saat pelaku mengacak-acak rumah korban, warga hanya bisa melihat dan beberapa orang mencoba merekam dengan kamera ponsel.
Bahkan saksi mata warga sekitar menyebutkan, kedua pelaku yang mengaku anggota TNI masuk ke dalam rumah korban dengan cara mendobrak pintu depan, selanjutnya mengambil beberapa berkas dari dalam rumah sebelum pergi.
Tidak ada yang berani menghalangi aksi keduanya karena warga takut senjata yang ditenteng pelaku secara arogan, bahkan sebelum pergi keduanya masih menenteng senjata.
Jat
