Kasus Campak kembali merekak mengancam warga masyarakat Kabupaten Garut.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Garut dr.Hj.Leli Yuliani,M.Kes mengatakan, bahwa penyebaran penyakit ini telah ditemukan hampir di seluruh Kecamatan, dengan laju penularan tercepat terjadi di wilayah perkotaan yang padat penduduk, katanya.
Kepala Dinas Kesehatan Garut, Hj.Leli Yuliani, menegaskan bahwa kondisi tersebut tidak bisa dianggap sepele. Saat ditemui di kawasan Setda Garut, Kamis (9/4/2026).
Ia menyebutkan kepadatan penduduk menjadi faktor utama percepatan penularan.
“Penularannya di daerah padat memang lebih cepat. Ini harus menjadi perhatian bersama,” tegasnya.
Ia menjelaskan, gejala Campak umumnya diawali dengan demam, kemudian muncul ruam merah yang menyebar dari kepala ke seluruh tubuh.
Kondisi ini kerap disertai mata merah serta gangguan saluran pernapasan.
Dalam kasus tertentu, penyakit ini dapat berkembang menjadi komplikasi serius, bahkan berisiko menyebabkan kematian, terutama pada anak-anak dengan daya tahan tubuh rendah,jelas Kadinkes.
Kadinkes Kabupaten Garut mengingatkan pada kita semua, meskipun bukan penyakit baru, tapi Campak akan tetap menjadi ancaman nyata akibat belum meratanya cakupan imunisasi di masyarakat Kabupaten Garut.
“Ini penyakit yang sebenarnya bisa dicegah. Kuncinya ada pada imunisasi lengkap balita,” ujar Leli.
Selain imunisasi, masyarakat juga diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan dengan menerapkan pola hidup bersih dan sehat.
Langkah sederhana seperti rutin mencuci tangan, menggunakan masker saat sakit, serta menghindari kontak dengan penderita dinilai efektif menekan risiko penularan.
Pemerintah daerah saat ini terus menggencarkan langkah penanganan cepat guna menekan lonjakan kasus tersebut sembari menunggu hasil resmi dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia terkait perkembangan lebih lanjut.
Dinkes berpesan tegas,"jangan tunggu parah lengkapi imunisasi sekarang, lindungi anak-anak dari ancaman Campak tersebut", pesannya.(dng)
