Sumedang, Warta TNI POLRI — Pemandangan kontras tampak di SD Negeri Gunasari, Kecamatan Sumedang Selatan, Kabupaten Sumedang. Di bagian depan sekolah, terpampang spanduk hijau bertuliskan “Zero Waste School” dan “Toilet Sehat & Bersih”, sebuah program yang mengajak seluruh warga sekolah untuk hidup bersih dan menjaga lingkungan. Namun hal tersebut bertolak belakang dengan kenyataan.
Fakta di lapangan justru berbanding terbalik. Kondisi bangunan sekolah cukup memprihatinkan. Beberapa pintu ruang kelas rusak dan lapuk, bahkan sulit ditutup. Atap bangunan berdasar ungkapan pihak sekolah kepada Awak Media mengalami kebocoran di sejumlah titik.
Yang paling memprihatinkan adalah kondisi fasilitas sanitasi. Saat ini, hanya satu WC guru yang bisa digunakan, dan itupun harus dipakai bersama oleh seluruh siswa dengan para guru. Sedangkan toilet khusus siswa tidak dapat digunakan sama sekali, sehingga kebutuhan dasar kebersihan menjadi sangat terbatas.
Menurut keterangan operator sekolah kepada awak media, SDN Gunasari disebut sudah sekitar 10 tahun belum mendapatkan bantuan sarana dan prasarana (sapras). Kondisi ini membuat berbagai fasilitas sekolah mengalami rusak berat.
Salah satu guru mengungkapkan,
“Anak-anak sebenarnya sudah terbiasa menjaga kebersihan. Tapi dengan kondisi seperti ini, tentu sulit menjalankan program kebersihan dengan maksimal.”
Selanjutnya, dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, Kepala Sekolah SDN Gunasari secara singkat menyampakan, “Enggal keneh di cek ti sapras sasasih kapengker,” yang berarti pihak sarana dan prasarana telah melakukan pengecekan sekitar satu bulan lalu.
Di lain pihak, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sumedang, Dr. Eka Ganjar Kurniawan, S.Sos., M.E., kepada pihak Media menyampaikan bahwa Dinas akan segera menindaklanjuti kondisi tersebut.
“Insya Alloh SDN Gunasari Kecamatan Sumedang Selatan akan kami perhatikan dan Insya Alloh Tim dari Dinas Pendidikan akan mengecek ke sekolah tersebut untuk memastikan tingkat kerusakannya. Mangga, Insya Alloh ditindaklanjuti. Hatur nuhun masukanna,” ujarnya.
Masyarakat sekitar berharap adanya perhatian serius dari pihak terkait agar kondisi sekolah segera diperbaiki, terutama fasilitas dasar seperti ruang kelas dan toilet.
Mereka menilai bahwa program dan slogan seperti “Toilet Sehat & Bersih” akan lebih bermakna jika diiringi dengan kondisi sarana yang memadai, demi kenyamanan, kesehatan, dan keselamatan peserta didik.
Hingga kini, publik menunggu langkah nyata dari Dinas Pendidikan Sumedang.
ms

