Program Komite Kawan Gaul: Dari Sampah Menjadi Berkah, SDN Margajaya Wujudkan Sekolah Mandiri Tanpa Pungutan



Sumedang,Warta TNI POLRI,Sabtu 18 April. -
 Inovasi gemilang hadir dari SDN Margajaya, Desa Margajaya, Kecamatan Tanjungsari, melalui program unggulan komite bernama Kawan Gaul. Program ini berhasil menggabungkan edukasi lingkungan yang menyenangkan dengan kemandirian pembiayaan sekolah, menjawab tantangan pengelolaan lingkungan sekaligus meringankan beban orang tua siswa.
 
Inti dari program ini adalah kebiasaan membawa sampah dari rumah yang dilakukan oleh seluruh siswa. Sampah tersebut kemudian dipilah dan dikelola melalui sistem bank sampah yang dikelola langsung di lingkungan sekolah. Agar proses pembelajaran tidak terasa membosankan, pihak sekolah mengemas edukasi lingkungan dengan cara yang kreatif, salah satunya melalui permainan ular tangga raksasa bertema lingkungan. Metode bermain sambil belajar ini berhasil membangkitkan antusiasme siswa untuk lebih peduli terhadap lingkungan sekitar.
 
Kepala SDN Margajaya, Rohmat S.Ag, menegaskan bahwa pendidikan lingkungan tidak cukup hanya disampaikan melalui teori semata, tetapi harus dibiasakan dalam tindakan nyata sehari-hari. "Kami ingin siswa tidak hanya memahami materi tentang lingkungan, tetapi benar-benar terbiasa menjaga dan merawatnya dalam kehidupan sehari-hari," ujarnya.
 
Program Kawan Gaul mencakup beragam kegiatan edukatif yang aplikatif, mulai dari penerapan gaya hidup ramah lingkungan, penghematan energi dan air, pemilahan sampah organik, anorganik, dan bahan berbahaya serta beracun (B3), pembuatan komposter dan biopori, pengelolaan bank sampah, hingga kegiatan bercocok tanam dan merawat tanaman.
 
Sebagai penggagas program sekaligus Sekretaris Komite, Abdul Basit, S.Sos, menyampaikan bahwa program ini bertujuan untuk mengubah pola pikir masyarakat terhadap sampah. "Sampah itu bukanlah barang yang tidak berguna, tetapi bisa menjadi sumber pendapatan dan berkah jika dikelola dengan cara yang tepat dan bertanggung jawab," ungkapnya.
 
Ia juga berharap adanya dukungan dan sinergi yang lebih luas dari pemerintah daerah. "Kami berharap Dinas Pendidikan dan Dinas Lingkungan Hidup dapat bersinergi untuk mendorong penerapan program serupa di seluruh sekolah di wilayah ini. Ke depannya, kami juga berharap perwakilan dinas dapat hadir langsung untuk memberikan dukungan dan apresiasi terhadap kegiatan yang kami lakukan," tambahnya.
 
Hasil dari pengelolaan sampah ini ternyata cukup signifikan. Bendahara Komite, Ade Maelani, menjelaskan bahwa program ini mampu menghasilkan pendapatan sekitar Rp250.000 per bulan, dengan total akumulasi mencapai kurang lebih Rp2.000.000 dalam satu tahun. "Seluruh dana yang terkumpul kami gunakan untuk menunjang berbagai kegiatan siswa. Berkat program ini, kami dapat meminimalkan bahkan menghilangkan pungutan kepada orang tua siswa," jelasnya.
 
Dengan pendekatan edukatif yang menyentuh, praktik langsung yang melibatkan seluruh warga sekolah, serta metode penyampaian yang kreatif, Program Kawan Gaul menjadikan SDN Margajaya sebagai contoh nyata. Sekolah ini membuktikan bahwa kepedulian terhadap lingkungan dapat berjalan seiring dengan terwujudnya kemandirian sekolah, sekaligus memberikan manfaat nyata bagi seluruh siswa dan orang tua.

ms

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama