Pojok Musik Lapas Ciamis: Warga Binaan Ciptakan Lagu Sendiri, Dapat Dukungan Musisi Nasional


CIAMIS– Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Ciamis kembali menghadirkan pendekatan pembinaan yang lebih kreatif melalui program **Pojok Musik**, sebuah ruang ekspresi seni yang melibatkan langsung warga binaan dalam aktivitas bermusik.

Dalam kegiatan tersebut, warga binaan tampil membawakan lagu ciptaan sendiri berjudul **“Lapas Ciamis untuk Indonesia”**. Penampilan itu menjadi bukti bahwa proses pembinaan di dalam lapas tak semata menitikberatkan pada kedisiplinan dan penegakan aturan, tetapi juga memberi ruang bagi pengembangan bakat, kreativitas, serta pembentukan karakter.

Suasana kegiatan semakin semarak dengan kehadiran **Pepeng Setia Band** dan gitaris **Indra Firzi**. Keduanya datang tidak hanya untuk menyapa warga binaan, tetapi juga memberikan dukungan nyata berupa bantuan empat unit gitar akustik yang akan digunakan untuk menunjang kegiatan musik di lingkungan lapas.

Kepala Lapas Kelas IIB Ciamis, **Supriyanto**, menyampaikan apresiasi atas perhatian dan dukungan dari para musisi terhadap program pembinaan yang dijalankan pihaknya.

“Terima kasih atas kehadiran Pepeng dan Indra di Lapas Ciamis. Kehadiran mereka menjadi motivasi bagi warga binaan untuk terus berkarya, belajar, dan memperbaiki diri,” ujarnya.

Menurutnya, program seperti Pojok Musik merupakan bagian dari pembinaan kepribadian yang dirancang agar warga binaan memiliki bekal positif saat kembali ke tengah masyarakat.

“Kami berupaya menghadirkan pembinaan yang humanis namun tetap tegas dalam aturan, sehingga warga binaan bisa menjalani proses perubahan secara lebih baik,” tambahnya.

Sementara itu, **Pepeng Setia Band** mengaku mendapat pengalaman baru saat pertama kali masuk ke lingkungan lapas. Ia mengaku terkesan dengan kondisi Lapas Ciamis yang dinilainya tertib dan memiliki atmosfer positif.

“Ini pertama kalinya saya masuk lapas, dan saya melihat warga binaan di sini sangat baik serta suasananya positif,” ungkap Pepeng.

Ia juga memberikan pesan kepada warga binaan agar menjadikan masa lalu sebagai pelajaran, bukan penghalang untuk bangkit.

“Lupakan masa lalu yang buruk. Jadikan itu pengalaman berharga dan fokus pada masa depan yang lebih baik,” pesannya.

Hal serupa disampaikan gitaris **Indra Firzi** yang menilai musik dapat menjadi media rehabilitasi mental dan sosial yang efektif.

“Musik punya kekuatan menyatukan, menenangkan, sekaligus membangun semangat baru. Saya melihat antusiasme luar biasa dari warga binaan di sini,” katanya.

Menariknya, di penghujung acara, Pepeng dan Indra menyatakan komitmen untuk kembali hadir pada peringatan **Hari Jadi Kabupaten Ciamis** pada 12 Juni 2026 mendatang. Mereka bahkan berencana membawakan salah satu karya warga binaan Lapas Ciamis sebagai bentuk apresiasi dan dukungan lanjutan.

Kegiatan kemudian ditutup dengan penyerahan cenderamata dari Setia Band kepada pihak Lapas Ciamis sebagai simbol silaturahmi dan kolaborasi.

Program ini menjadi gambaran bahwa pembinaan di lembaga pemasyarakatan dapat berjalan seimbang antara penegakan disiplin, pendekatan kemanusiaan, dan ruang ekspresi kreatif, sehingga warga binaan memiliki kesempatan lebih besar untuk berubah dan kembali produktif di masyarakat.

Sys-Pnd

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama