Dalam upaya mendorong pengembangan sektor pariwisata berbasis alam dan pemberdayaan masyarakat, Perum Perhutani KPH Cianjur menjalin kolaborasi dengan Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Wana Lestari Poklan melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) Kemitraan Kehutanan Perhutani (KKP) di bidang pengembangan wisata di wilayah KPH Cianjur, untuk mengembangkan potensi wisata hutan di wilayah Kabupaten Cianjur.
Kolaborasi tersebut dilakukan sebagai langkah strategis dalam memanfaatkan kawasan hutan secara produktif tanpa mengabaikan fungsi konservasi dan kelestarian lingkungan.
Selain menjadi destinasi wisata alam, pengembangan wisata hutan juga diharapkan mampu meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar kawasan hutan.
Administratur Perum Perhutani KPH Cianjur, Ade Sugiharto menyatakan, bahwa sinergi bersama LMDH sangat penting, karena masyarakat menjadi bagian utama dalam menjaga dan mengelola kawasan hutan agar tetap lestari sekaligus bernilai ekonomi.
“Pengembangan wisata hutan ini bukan hanya soal destinasi wisata, tetapi juga bagaimana masyarakat sekitar hutan bisa ikut merasakan manfaat ekonomi secara langsung,” katanya. Senin 27/04/2026.
Kata Ade, penandatanganan PKS ini merupakan bentuk komitmen KPH Cianjur dalam mengimplementasikan tata kelola hutan yang inklusif. Pihaknya ingin memastikan potensi wisata hutan di Cianjur dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, dengan tetap mengedepankan aspek kelestarian hutan. Kami juga berharap LMDH dapat mengelola destinasi wisata secara profesional dan berdaya saing.
Adimistratur KPH Cianjur mengatakan, berbagai potensi wisata yang akan dikembangkan di antaranya wisata alam, camping ground, tracking, wisata edukasi lingkungan hingga spot swafoto yang mengangkat keindahan alam kawasan hutan di Cianjur.
Sementara itu, perwakilan LMDH Wana Lestari Poklan, Suwarna menyampaikan apresiasi dan optimisme terhadap kerja sama yang telah diperbarui.
Pihak LMDH menyambut baik kolaborasi tersebut. Mereka berharap pengembangan wisata hutan mampu membuka lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat desa, khususnya para pemuda di sekitar kawasan hutan.
“Kami menyambut baik penandatanganan PKS ini, karena memberikan kepastian hukum dalam pengelolaan wisata hutan. Dengan dukungan dari Perhutani, kami optimistis dapat meningkatkan perekonomian masyarakat desa hutan melalui sektor wisata, sekaligus tetap menjaga kelestarian hutan sebagai aset utama,” ungkapnya.
Suwarma mengatakan, kegiatan ini menjadi wujud nyata sinergi antara Perhutani dan LMDH dalam mengembangkan potensi wisata berbasis hutan secara berkelanjutan serta memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar hutan.
Selain kata Suwarma, pihaknya juga fokus pada pengembangan wisata, program kolaborasi ini juga dibarengi dengan edukasi pelestarian lingkungan dan penguatan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga ekosistem hutan.
Dengan adanya sinergi antara Perum Perhutani KPH Cianjur dan Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH), diharapkan potensi wisata hutan di Kabupaten Cianjur dapat berkembang menjadi destinasi unggulan yang mampu menarik wisatawan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar.
Pada acara tersebut, selain dihadiri Administratur KPH Cianjur, Ade Sugiharto, juga hadir Asper BKPH Ciranjang Utara, BKPH Ciranjang Selatan, BKPH Sukanagara Selatan, dan BKPH Sindangbarang, serta para Ketua LMDH, diantaranya Oleh, Suwarna, Kosasih, dan Rahyan Sumartono beserta anggota.
Eyang

