Warta TNI-Polri - Dinas Pertanian (Dispertan) Kabupaten Garut, Jawa Barat menargetkan tahun 2026 membangun 200 unit irigasi perpompaan untuk memenuhi kebutuhan air terhadap lahan pertanian dalam rangka menunjang program peningkatan produktivitas hasil pertanian.
"Kita juga akan membangun beberapa titik irigasi perpompaan untuk tahun 2026 ini kita ditargetkan sebanyak 200 unit atau 200 titik," kata Kepala Dispertan Kabupaten Garut, Ardhy Firdian di Garut, Kamis.
Ia menuturkan, pemerintah pusat maupun pemerintah daerah saat ini memberikan perhatian lebih untuk sektor pertanian dalam rangka meningkatkan produksi dan swasembada pangan nasional.
Upaya mendukung swasembada pangan itu, kata dia, salah satunya menunjang kebutuhan pengairan dengan membangun 200 titik irigasi perpompaan di seluruh kecamatan, jumlah yang lebih banyak dibandingkan tahun sebelumnya hanya lima titik.
"Sekarang jumlahnya banyak 200 titik, tahun sebelumnya lima titik," katanya.
Ia menyebutkan, pembangunan irigasi perpompaan tahun 2026 itu jumlahnya lebih banyak dengan anggaran sebesar Rp155,7 juta per unit.
Saat ini, kata dia, pihaknya sedang mencari lokasi yang sesuai kriteria untuk pembangunan irigasi perpompaan area pertanian dengan mencari titik sumber air.
"Sampai dengan ini kita memang baru bisa menyelesaikan untuk pemberkasan itu 34 titik," katanya.
Ia menyebutkan, irigasi perpompaan itu memiliki kemampuan untuk bisa mengairi area pertanian dengan luas lahan sekitar 10-15 hektare.
Menurut dia, program tersebut cukup efektif untuk bisa menyelamatkan tanaman pangan hingga bisa sampai panen terutama saat musim kemarau yang akan kesulitan air.
"Setidaknya bisa terselamatkan tanaman saat musim kemarau," katanya.
( Yoyo )
