Sosialisasi Perlindungan PMI:(pekerja migran Indonesia . Warga Cianjur Masih Banyak teripu calo .Disnaker dan propinsi Jawa Barat .Polda Jabar sosialisasi untuk PMI.yang ber ijin tidak ilegal ..


Cianjur .wartatnipolri.net// 19 Maret 2026 – Pemerintah Kabupaten Cianjur melalui Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) bersama instansi terkait menggelar kegiatan sosialisasi dengan tema “Perlindungan Pekerja Migran Indonesia: Cara Aman Bekerja di Luar Negeri”. Acara berlangsung di Aula Desa Sukasari, Kecamatan Cilaku, dan dihadiri oleh para sekdes dan aparatur desa  se-Kecamatan Cilaku, Camat Cilaku, jajaran Polsek Cilaku, Babinsa babilmas Polda Jawa Barat, dinas ketenagakerjaan dan  perwakilan dari Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KemenP2MI).




Kegiatan ini digelar sebagai upaya bersama untuk memberikan pemahaman menyeluruh kepada masyarakat mengenai pentingnya menempuh jalur resmi dan prosedural sebelum memutuskan bekerja ke luar negeri. Hadir sebagai pembicara utama, Kepala Layanan Terpadu Satu Atap Imigran Indonesia, Yanu Krisdiyan, SH., MM., menyoroti data dan fakta yang memprihatinkan terkait warga Cianjur yang bekerja di luar negeri.
 
Dalam pemaparannya, Yanu menyampaikan bahwa jumlah warga Cianjur yang bekerja di luar negeri cukup besar dalam beberapa tahun terakhir. Namun, persoalan mendasar yang muncul adalah masih tingginya angka keberangkatan melalui jalur tidak resmi atau ilegal.
 
“Berdasarkan data yang ada, dalam beberapa tahun terakhir jumlah Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Cianjur cukup banyak. Sayangnya, jumlah yang berangkat secara ilegal pun ternyata tidak sedikit. Khususnya di tahun 2026 ini, tercatat dari bulan Januari hingga awal Mei kemarin, ada 36 warga Cianjur yang bermasalah saat bekerja di luar negeri. Dan fakta yang harus kita ketahui bersama, hampir 100 persen dari kasus masalah tersebut terjadi pada mereka yang berangkat secara non-prosedural atau ilegal,” ungkap Yanu di hadapan para peserta sosialisasi.
 
Lebih lanjut ia menegaskan, hal ini menjadi ironi karena sejatinya prosedur keberangkatan melalui jalur formal saat ini sudah jauh lebih mudah dan banyak tersedia peluang kerja.
 
“Pertanyaan besarnya adalah, mengapa masih banyak warga kita yang nekat pergi secara ilegal? Padahal jalur formal sekarang cukup mudah ditempuh dan formasinya pun banyak tersedia. Keberangkatan lewat jalur resmi menjamin perlindungan hukum, keselamatan, dan kepastian kesejahteraan bagi pekerja. Sebaliknya, jalur ilegal sangat berisiko tinggi mengalami perlakuan buruk, tidak ada jaminan kesehatan, hingga masalah hukum yang sulit ditangani karena tidak tercatat secara resmi,” tambahnya.
 
Kepala Disnaker Cianjur serta unsur pimpinan wilayah yang hadir juga sepakat bahwa peran para Kepala Desa sangat vital dalam mengawasi dan mengedukasi warga di tingkat paling bawah. Diperkirakan, sosialisasi serupa akan terus digencarkan ke berbagai wilayah di Cianjur guna menekan angka keberangkatan ilegal dan memastikan setiap warga yang bekerja ke luar negeri mendapatkan hak dan perlindungan yang layak sesuai peraturan yang berlaku.
Iwan Permana selaku BB narasumber dari pengusaha umroh dan LPK .mengatakan kita harus urus perijinan dan sekolah juga Patihan sebelum berangkat .jangan mau d ajak dengan iming iming uang tip dengan berangkat perorangan karna marak penipu dengan pemberangkatan perorangan ..terutama ke luar negri ..

Azizah

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama