Dugaan kasus pencabulan serta pemerasan terhadap anak perempuan di bawah umur menggegerkan yang terjadi di wilayah Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Cianjur, Korban Bunga (red)16 tahun, kini mengalami trauma berat akibat perbuatan seorang oknum SG, 18-19 tahun.
Kuasa hukum korban, Tegar Frayoga, S.H., membeberkan kronologi kejadian yang di alami korban. kepada awak media, Senin 15/6/2026.
“Saya menduga telah terjadi tindak pidana pencabulan anak di bawah umur di wilayah hukum Pagelaran. Pelaku diduga melakukan pencabulan, menyebar konten pornografi, serta melakukan pemerasan terhadap klien saya,” ujar Tegar.
Menurut Tegar, pemerasan bermula saat keduanya masih berpacaran. Pelaku disebut bersikap kasar dan tidak manusiawi, bahkan memaksa korban mengakui berselingkuh dengan laki-laki lain.
Puncaknya terjadi saat pelaku melakukan panggilan video. Saat itu korban bersama rekannya sedang mandi. Rekaman video call tersebut kemudian disebarluaskan. Korban sudah meminta video dihapus, tapi permintaan itu diabaikan.
“Pelaku justru meminta uang sebagai imbalan jika video itu ingin dihapus. Dari sini kami simpulkan perbuatannya tidak bisa ditoleransi,” tegas Tegar.
Tegar menambahkan, dugaan pencabulan juga terjadi di rumah pelaku. Ia menyayangkan sikap orang tua pelaku yang disebut mengetahui hubungan itu namun membiarkannya.
“Kami sangat menyayangkan. Orang tua gagal medidik anak. Padahal klien saya masih 16 tahun dan belum memiliki KTP,” jelasnya.
Pihak kuasa hukum mengaku sudah berkonsultasi dengan Polsek Pagelaran terkait dugaan pidana yang dilakukan SG. Tegar berharap pemberitaan ini mendorong aparat segera menindak terlapor.
Upaya mediasi ke orang tua pelaku sudah dilakukan, tapi tak membuahkan hasil. Justru orang tua pelaku menyalahkan korban.
Setelah klarifikasi, permintaan penghapusan video, dan permohonan maaf tak digubris, pelaku malah mengunggah ulang postingan tersebut di media sosial.
“Karena tidak ada itikad baik, kami akan melapor ke Unit PPA Polres Cianjur untuk proses penangkapan. Kami minta penegak hukum segera bertindak agar ada efek jera. Kemarin yang datang saat klarifikasi hanya ibu dan pamannya, dan tidak ada permintaan maaf,” tegas Tegar.
Bah de

