Ledakan yang diduga berasal dari mortir 81 komando menggegerkan warga Kampung Ciparang RT. 004/007, Desa Cipatat, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat, menelan korban jiwa.
Tiga orang warga yang berada disekitar lokasi, tewas ditempat akibat serpihan mortir. Kejadian yang menyefot perhatian publik ini, terjadi pada Rabu tanggal 8 Juli 2026 sekitar pukul 10.30 WIB.
Menurut keterangan Narya, salah seorang warga setempat kepada Wartatnipolri.net, ketiga korban tewas tersebut, Ade ( 21 ), Suhri ( 51 ) merupakan korban tewas di lokasi kejadian. Sedangkan satu orang lagi Rodiana ( 41 ) tewas setelah dirujuk ke RSHS Bandung. Ketiga korban tersebut merupakan warga setempat yang berprofedi sebagai buruh lepas.
Berdasarkan informasi sementara dari pihak kepolisian, para korban diduga menemukan mortir tersebut saat memulung di sekitar kawasan yang sebelumnya digunakan untuk latihan militer.
Mortir itu kemudian dibawa ke salah satu rumah korban. Saat diduga sedang dibuka atau dipukul menggunakan palu, benda tersebut tiba-tiba meledak dan menimbulkan ledakan dahsyat yang menyebabkan para korban mengalami luka sangat parah.
Petugas dari Polsek Cipatat, Polres Cimahi, Tim Inafis, serta personel TNI segera mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mengevakuasi korban, dan mengamankan area guna mengantisipasi adanya bahan peledak lain yang masih aktif.
Polisi masih menyelidiki asal-usul mortir tersebut serta mengimbau masyarakat agar tidak memindahkan atau membongkar benda yang diduga merupakan amunisi atau bahan peledak.
Warga diminta segera melapor kepada aparat apabila menemukan benda mencurigakan agar tidak menimbulkan korban jiwa dan hal-hal yang tidak diinginkan.
Hingga saat ini, penyelidikan masih terus dilakukan untuk memastikan penyebab pasti ledakan dan asal mortir yang menewaskan tiga warga tersebut.
RZT editor bah de

