Garut,Warta TNI Polri. Dewan Pengurus Daerah (DPD) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Garut memperingati Hari Lahir (Harlah) ke-53 di Gedung Pemuda Kabupaten Garut, Rabu (23/07/2026). Momentum tersebut menjadi ajang memperkuat komitmen organisasi dalam membangun generasi muda melalui berbagai program yang berorientasi pada peningkatan kapasitas, kepedulian sosial, serta upaya preventif terhadap berbagai persoalan yang dihadapi pemuda.
Kegiatan dihadiri jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), di antaranya Bupati Garut, Kapolres Garut, Dandim 0611/Garut, kepala perangkat daerah, perwakilan Bawaslu, KPU, Baznas, Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP), serta pengurus Pengurus Kecamatan (PK) KNPI se-Kabupaten Garut.
Ketua DPD KNPI Kabupaten Garut, Agil Syahrizal, S.E., mengatakan bahwa peringatan Harlah ke-53 menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah, instansi vertikal, serta seluruh elemen kepemudaan dalam menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.
«”Alhamdulillah, sinergi ini menjadi bukti nyata bahwa kami tidak sendirian dalam memajukan pemuda di Garut. Di usia ke-53 ini, KNPI Garut berkomitmen untuk terus memberikan manfaat nyata, membuka ruang kreasi, serta mengoptimalkan potensi pemuda agar lebih produktif,” hal tersebut di katakana ketua DPD KNPI Garut Agil Syahrizal, S.E.»
Kemudian KNPI Kabupaten Garut akan meluncurkan dua program unggulan, yakni KNPI Institute dan KNPI Impact. KNPI Institute disiapkan sebagai wadah pelatihan dan pembekalan di bidang kepemimpinan, kewirausahaan, serta pengembangan keterampilan. Sementara itu, KNPI Impact difokuskan pada kegiatan sosial, kemanusiaan, bakti sosial, dan kepedulian terhadap lingkungan.
Sebagai bentuk kepedulian sosial, KNPI Garut menyerahkan santunan berupa paket sembako dan uang tunai kepada enam anak yatim piatu di sekitar Gedung Pemuda. Rangkaian kegiatan juga diisi dengan aksi bersih-bersih Hutan Kota serta mendorong aktivasi kawasan Gedung Pemuda dan Sarana Olahraga Kerkhof sebagai Taman Pemuda, yang diharapkan menjadi pusat aktivitas, kreativitas, dan kolaborasi generasi muda Kabupaten Garut.
Menanggapi maraknya laporan masyarakat mengenai peredaran obat-obatan terlarang seperti Tramadol dan Eximer yang menyasar kalangan remaja, Agil Syahrizal, S.E., menegaskan bahwa KNPI mengambil peran melalui pendekatan preventif dengan menghadirkan lebih banyak ruang kegiatan positif bagi pemuda.
«”Penindakan tentu menjadi kewenangan aparat penegak hukum. Namun dari sisi KNPI, kami fokus menghadirkan ruang-ruang positif agar pemuda memiliki wadah untuk berkembang dan tidak terjerumus ke dalam pergaulan negatif. Kami akan menghadirkan pembekalan seni bela diri gratis, pelatihan kewirausahaan, kegiatan olahraga, hingga ruang ekspresi musik,” jelasnya.»
Ia berharap sinergi antara pemerintah daerah, aparat penegak hukum, organisasi kepemudaan, dan seluruh elemen masyarakat terus diperkuat untuk menekan peredaran obat-obatan terlarang sekaligus membangun ekosistem yang mampu melahirkan generasi muda Garut yang sehat, produktif, kreatif, dan berdaya saing,pungkas Agil.(dng)