SUMEDANG Warta TNI POLRI – PT PLN Indonesia Power Unit Bisnis Pembangkitan (UBP) Jatigede bersama Universitas Winaya Mukti (UNWIM) memperkuat sinergi dalam mendukung percepatan transisi energi hijau melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) yang dirangkaikan dengan kuliah umum bertema "Transisi Energi Hijau: Menuju Target Nol Emisi Karbon Melalui PLTA Jatigede", Selasa (7/7/2026).
Kolaborasi tersebut menjadi langkah strategis dalam menjembatani dunia industri dan perguruan tinggi untuk memperkuat pendidikan, penelitian, pengembangan teknologi, serta inovasi di bidang energi baru terbarukan sebagai bagian dari upaya mewujudkan target Net Zero Emission (NZE) Indonesia.
Rektor Universitas Winaya Mukti, Dr. H. Deden Komar Priatna, S.T., S.IP., M.M., CHRA., mengatakan, kemitraan antara perguruan tinggi dan industri memiliki peran penting dalam mencetak sumber daya manusia yang unggul dan mampu menjawab tantangan transformasi sektor energi.
"Perguruan tinggi tidak dapat berjalan sendiri. Sinergi dengan dunia industri menjadi kunci dalam menghasilkan lulusan yang adaptif, inovatif, dan memiliki kompetensi sesuai kebutuhan pembangunan nasional, khususnya di bidang energi berkelanjutan," ujarnya.
Sementara itu, Manager PT PLN Indonesia Power UBP Jatigede, Novy Heryanto, menegaskan bahwa kerja sama dengan dunia akademik merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam memperluas edukasi mengenai energi bersih sekaligus mendorong lahirnya inovasi yang mendukung percepatan transisi energi nasional.
"PLN Indonesia Power tidak hanya berperan sebagai penyedia energi listrik yang andal, tetapi juga ingin menjadi mitra strategis bagi perguruan tinggi dalam membangun ekosistem riset, inovasi, dan pengembangan teknologi energi hijau yang berkelanjutan," katanya.
Penandatanganan MoU menjadi tonggak awal kerja sama jangka panjang antara kedua institusi yang mencakup berbagai bidang, mulai dari pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, pengembangan teknologi, hingga implementasi program-program yang mendukung pemanfaatan energi baru terbarukan.
Dalam kuliah umum tersebut, Assistant Manager Administrasi PT PLN Indonesia Power UBP Jatigede, Budi Putranto, memaparkan peran strategis Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Jatigede sebagai salah satu pembangkit energi terbarukan yang berkontribusi dalam menekan emisi karbon, meningkatkan bauran energi bersih, serta mendukung keandalan sistem kelistrikan nasional.
Menurutnya, pemanfaatan energi air merupakan solusi nyata untuk mengurangi ketergantungan terhadap energi berbasis fosil sekaligus mempercepat dekarbonisasi sektor ketenagalistrikan di Indonesia.
"Kehadiran PLTA Jatigede tidak hanya menghasilkan listrik yang ramah lingkungan, tetapi juga menjadi bagian penting dalam mewujudkan sistem energi nasional yang lebih bersih, berkelanjutan, dan berdaya saing," jelasnya.
Kuliah umum yang dipandu Wakil Dekan Fakultas Kehutanan UNWIM, Ir. Fahriza Luth, S.Hut., M.P., berlangsung interaktif. Mahasiswa dan civitas akademika antusias berdiskusi mengenai tantangan pengembangan energi baru terbarukan, peluang inovasi teknologi, hingga peran generasi muda dalam mendukung percepatan transisi energi menuju masa depan rendah karbon.
Melalui kolaborasi ini, PLN Indonesia Power UBP Jatigede berharap semakin banyak generasi muda yang memiliki pemahaman mendalam mengenai pentingnya transisi energi hijau dan terdorong untuk berkontribusi melalui riset, inovasi, serta pengembangan teknologi.
Sinergi antara dunia pendidikan dan industri diyakini menjadi fondasi penting dalam membangun ekosistem energi rendah karbon yang mampu mendukung pencapaian target Net Zero Emission, sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional dan mendorong pembangunan Indonesia yang berkelanjutan.
M.Salman

