Cianjur. Wartatnipolri.net-
Banyak produk lokal memiliki nilai ekonomi tinggi, namun tidak sedikit pelaku usaha yang masih abai terhadap pentingnya perlindungan kekayaan intelektual.
Kondisi inilah yang menjadi perhatian dalam kegiatan pengenalan kekayaan intelektual dan peluang perlindungannya bagi masyarakat serta pelaku UMKM di Kabupaten Cianjur.
Kegiatan tersebut digelar bersama Isfhan Taufik Munggaran, Anggota Komisi XIII DPR RI dari Fraksi Golkar, sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesadaran masyarakat bahwa sebuah produk bukan hanya soal bisa dijual, tetapi juga menyangkut identitas, kreativitas dan hak hukum yang harus dilindungi.
Isfhan mengatakan, ketika sebuah merek, desain, karya atau inovasi mulai dikenal dan memiliki nilai ekonomi, tanpa perlindungan hukum yang memadai, pemilik usaha berpotensi menghadapi persoalan ketika produk atau mereknya ditiru maupun digunakan pihak lain.
“Jangan sampai masyarakat sudah susah payah menciptakan produk, membangun merek dan mencari pasar, tetapi ketika produknya berkembang justru orang lain yang mengambil keuntungan, menjadi salah satu poin penting yang mengemuka dalam kegiatan tersebut," katanya. Selasa 11/08/2026.
Ia juga menegaskan, para pelaku UMKM harus didorong untuk tidak lagi menganggap pendaftaran kekayaan intelektual sebagai urusan administratif semata. Sebaliknya, perlindungan tersebut harus dipandang sebagai investasi untuk menjaga keberlangsungan usaha.
Menurutnya, merek, hak cipta, desain industri hingga kekayaan intelektual lainnya dapat menjadi aset yang memiliki nilai ekonomi.
"Karena itu, pemahaman mengenai proses perlindungan dan pendaftaran menjadi semakin penting, khususnya bagi UMKM yang tengah mengembangkan produknya," ujarnya.
Kata dia, Cianjur sendiri memiliki potensi produk lokal yang cukup besar. Mulai dari kuliner, kerajinan, fesyen, produk pertanian hingga berbagai karya kreatif masyarakat yang memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi produk unggulan daerah.
Namun, potensi tersebut harus dibarengi dengan kesadaran hukum.
Jangan sampai produk lokal yang sudah bertahun-tahun dibangun masyarakat justru kehilangan identitas atau menghadapi persoalan hukum karena sejak awal tidak mendapatkan perlindungan kekayaan intelektual.
Dalam kegiatan tersebut, masyarakat dan pelaku UMKM juga didorong untuk melihat kekayaan intelektual sebagai salah satu strategi meningkatkan daya saing.
"Dengan perlindungan yang jelas, produk lokal diharapkan tidak hanya mampu bertahan di pasar daerah, tetapi juga memiliki peluang lebih besar untuk menembus pasar nasional bahkan internasional," tandasnya.
Anggota DPR RI dari Fraksi Golkar ini menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah, legislatif, masyarakat dan pelaku UMKM dalam memberikan pemahaman sekaligus pendampingan terkait kekayaan intelektual.
Ia menjelaskan, sosialisasi tanpa pendampingan dikhawatirkan hanya berhenti pada pengetahuan. Sementara yang dibutuhkan pelaku UMKM adalah langkah nyata agar produk mereka benar-benar memiliki perlindungan hukum.
Kegiatan tersebut diharapkan menjadi momentum bagi pelaku UMKM Cianjur untuk mulai berbenah. Bukan hanya memikirkan bagaimana produknya laku di pasaran, tetapi juga bagaimana produk tersebut aman secara hukum dan memiliki nilai ekonomi jangka panjang.
"Dengan semakin banyaknya produk lokal yang terlindungi, Cianjur diharapkan tidak hanya dikenal sebagai daerah penghasil berbagai produk unggulan, tetapi juga mampu melahirkan pelaku UMKM yang kuat, inovatif dan sadar hukum," pungkasnya.
Acara yang berlangsung di Aula Desa Sindangkerta, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Cianjur ini, selain dihadiri Angggota DPR RI, juga hadir Camat Pagelaran, Kapolsek, Danramil, Kepala Desa Sindangkerta, para kader partai golkar, para pelaku usaha, pelaku UMKM dan sejumlah masyarakat lainnya
Bah de/ eyang


