PANGANDARAN** – Hembusan angin laut yang lembut dan deretan pohon cemara yang menaungi kawasan Tanjung Cemara menjadi saksi hangatnya kebersamaan ratusan anggota Komunitas Ibu-Ibu Jumat Berkah RT 03/03 Desa Pangandaran, Senin (16/02/2026). Tradisi munggahan yang mereka gelar menjelang Ramadhan menghadirkan suasana penuh kekeluargaan di tepi muara.
Siang itu, hamparan tikar tersusun rapi di atas pasir. Di atasnya, tersaji nasi liwet lengkap dengan aneka lauk rumahan yang dibawa masing-masing anggota secara gotong royong. Tradisi makan bersama atau botram menjadi inti kegiatan, menyatukan rasa dalam kebersamaan sederhana namun bermakna.
Ketua Komunitas Ibu-Ibu Jumat Berkah, Baniah, menyampaikan bahwa munggahan bukan sekadar ajang santap bersama. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi ruang untuk saling memaafkan dan membersihkan hati sebelum memasuki bulan suci.
“Kami ingin menyambut Ramadhan dengan hati yang lapang dan hubungan yang semakin erat. Melalui kebersamaan ini, silaturahmi warga RT 03/03 semakin kokoh,” ujarnya.
Canda tawa para ibu berpadu dengan riang anak-anak yang turut meramaikan acara. Mereka saling bertukar lauk, berbagi cerita, hingga mengabadikan momen dengan latar muara yang menenangkan. Suasana tersebut mencerminkan harmoni kehidupan masyarakat pesisir yang menjunjung tinggi nilai kebersamaan dan gotong royong.
Komunitas Ibu-Ibu Jumat Berkah sendiri dikenal aktif menggelar kegiatan sosial rutin setiap hari Jumat. Melalui munggahan ini, mereka berharap semangat berbagi tidak hanya tumbuh selama Ramadhan, tetapi terus hidup dalam aktivitas sehari-hari warga.
Acara ditutup dengan doa bersama, memohon kelancaran dan keberkahan dalam menjalankan ibadah puasa yang tinggal menghitung hari. Di tepian Tanjung Cemara, munggahan menjadi lebih dari sekadar tradisi tahunan—ia adalah simbol kuatnya persaudaraan dan semangat kebersamaan warga Desa Pangandaran dalam menyambut bulan penuh ampunan.
Sys-Pnd

