Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Sumedang menggelar Tarhib Ramadan 1447 Hijriah di Gedung Negara Sumedang, Minggu (8/2/2026).
Kegiatan yang berlangsung penuh kehangatan ini menghadirkan Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia, Dr. Fajar Riza Ulhaq, MA.
Ketua PDM Kabupaten Sumedang, Dadang Setiawan, menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut.
Ia menegaskan bahwa Tarhib Ramadan bukan sekadar agenda seremonial, melainkan momentum penting untuk mempersiapkan diri menyambut bulan suci dengan kesadaran, keikhlasan, dan kedalaman spiritual.
Puasa itu bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, tapi bagaimana kita menjalaninya dengan kesadaran penuh, bermakna, dan berujung pada kebahagiaan di 1 Syawal,” ujar Dadang.
Ia juga melaporkan sejumlah agenda besar Muhammadiyah Sumedang tahun 2026, di antaranya penyelesaian pembangunan masjid, penguatan fasilitas Klinik Aisyiyah, renovasi TK Aisyiyah, serta pengembangan SD Ahmad Dahlan.
Dadang berharap sinergi antara Muhammadiyah dan pemerintah, khususnya di bidang pendidikan, terus diperkuat.
Bupati Sumedang H.Dony Ahmad Munir menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah dan organisasi kemasyarakatan seperti Muhammadiyah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
Ia memaparkan capaian pembangunan Sumedang, termasuk peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) menjadi 75,5, penurunan angka kemiskinan dan pengangguran, serta berbagai program berbasis data (data driven government).
“Hadirnya Wakil Menteri Pendidikan di Tarhib Ramadan Muhammadiyah Sumedang ini menjadi kehormatan sekaligus motivasi bagi kami untuk terus memajukan pendidikan dan kesejahteraan masyarakat,” tutur Bupati.
Puncak acara diisi dengan tausiah Tarhib Ramadan oleh Dr. Fajar Riza Ulhaq. Dalam ceramahnya, Wamen menegaskan bahwa Tarhib Ramadan merupakan bagian dari ikhtiar mempersiapkan diri secara fisik dan mental menyambut bulan suci.
Ia menekankan bahwa Ramadan adalah proses pendidikan karakter, penguatan akhlak sosial, dan pengendalian diri.
Ia juga mengaitkan nilai-nilai Ramadan dengan gerakan nasional Indonesia Asri, Aman, Sehat, Resik, dan Indah, termasuk budaya bersih-bersih, pengelolaan sampah, dan hidup sehat, yang selaras dengan program-program Pemerintah Kabupaten Sumedang.
“Ramadan harus menjadi sarana pendidikan yang membentuk karakter, memperkuat kesadaran sosial, dan menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan,” tegasnya.
Editor Yayat wtp

