Hanya karena diduga mencuri dua buah labuh siam, pelaku berinisial UA ( 41 ) yang juga sebagai pemilik kebun labuh siam, tega menganiaya korban berinisial M (56 ) hingga tewas. Korban tewas tersebut, merupakan warga kampung Bayabang RT. 001/006, Desa Talaga, Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur.
Setelah mendapat laporan dari keluarga korban, pelaku UA langsung ditangkap Polisi di rumahnya tanpa ada perlawanan berarti, dan langsung digiring ke Mapolsek Cugenang untuk diamankan, guna mempertanggung jawabkan perbuatannya.
Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun Wartatnipolri.net-, korban M diduga telah mencuri dua buah labuh siam dikebun milik pelaku pada Sabtu sore tanggal 28 Februari 2026.
Kapolsek Cugenang, Kompol Usep Nurdin mengatakan, pelaku UA telah diamankan dan ditetapkan sebagai tersangka setelah dilakukan pemeriksaan secara mendalam terkait kasus penganiayaan terhadap korban.
" Kasus penganiayaan ini terjadi, setelah pelaku mengetahui bahwa dua buah labuh siam yang ada dikebun, dicuri korban. Kemudian pelaku mengejar korban M hingga ke rumahnya. Saking emosi, pelaku langsung menganiaya korban dengan cara dipukul dan ditendang hingga tidak berdaya," kata Kapolsek Cugenang.
Usep Nurdin menjelaskan, akibat penganiayaan tersebut korban mengalami sejumlah luka pada bagian kepala, wajah dan tubuhnya. Bahkan adik korban sempat melerai pelaku untuk tidak melakukan penganiayaan terhadap korban.
Kepada adiknya, korban mengakui perbuatannya telah memetik dua buah labuh siam dikebun milik pelaku. Setelah itu korbanpun muntah-muntah dan jatuh pingsan tak sadarkan diri.
Berdasarkan hasil peneriksaan dari para saksi kata Kapolsek, korban menderita luka lebam dibagian mata, luka benjol di bagian belakang kepala, memar oada tangan dan keluar darah dari hidung.
" Setelah dua hari kemudian, korbanpun dikabarkan meninggal dunia di rumahnya. Keluarga korbanpun melaporkan UA ke Polsek Cugenang," ujarnya.
"Selang dua hari kemudian korban dilaporkan meninggal di rumahnya, kemudian pihak keluarga melaporkan kejadian tersebut ke kepolisian," katanya.
Usep Nurdin menjelaskan, untuk memastikan penyebab kematian M, pihak Kepolisian membawa jenazah korban ke RSUD Sayang Cianjur untuk dilakukan outopsi.
" Proses outopsi terhadap jenazah korban sudah dilakukan, Insya Allah dya hari ke depan hasilnya sudah bisa diketahui. Dan akan dijelaskan oleh Tim Forensik Biddokes Polda Jawa Barat," pungkasnya.
Eyang

