Semangat kemandirian dan ketahanan pangan terus digaungkan di lingkungan pemasyarakatan. Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Batam (Lapas Batam) kembali menunjukkan komitmennya dengan memanen 150 kilogram sayur kangkung hasil budidaya warga binaan, Selasa (3/3/2026).
Kegiatan panen yang berlangsung di area brandgang Lapas Batam itu dimulai pukul 10.00 hingga 11.00 WIB. Suasana kebersamaan tampak mewarnai proses panen yang dipimpin langsung oleh Kepala Lapas Kelas IIA Batam dan dihadiri jajaran pejabat struktural, di antaranya Kepala Seksi Kegiatan Kerja, Kepala Seksi Administrasi Kamtib, Kepala Seksi Binadik, Kasubsi Bimker Lolahasja, Kasubsi Sarana Kerja, staf pelaksana, serta warga binaan yang tergabung sebagai tamping perkebunan.
Sebanyak 150 kilogram kangkung segar berhasil dipanen. Hasil tersebut merupakan bagian dari program pembinaan kemandirian melalui kegiatan kerja produktif di bidang pertanian yang secara konsisten dijalankan Lapas Batam. Program ini menjadi salah satu langkah konkret dalam mendukung Asta Cita Presiden serta Program Aksi Ketahanan Pangan yang dicanangkan oleh Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan.
Kepala Lapas Kelas IIA Batam menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar memanen hasil kebun, melainkan juga sarana pembinaan karakter dan peningkatan keterampilan warga binaan.
“Program ketahanan pangan ini adalah wujud nyata dukungan kami terhadap Asta Cita Presiden dan Program Aksi Ketahanan Pangan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan. Melalui kegiatan ini, warga binaan memperoleh keterampilan yang bermanfaat sekaligus menumbuhkan rasa tanggung jawab dan produktivitas,” ujarnya.
Hasil panen kangkung tersebut selanjutnya didistribusikan kepada pihak ketiga untuk diolah menjadi bahan makanan yang nantinya dapat dikonsumsi oleh warga binaan. Sebagian hasil panen juga diberikan kepada tamu undangan sebagai bentuk apresiasi sekaligus transparansi atas pelaksanaan program kegiatan kerja.
Melalui program pertanian ini, Lapas Batam terus berupaya menghadirkan pembinaan yang produktif, berkelanjutan, dan berdampak nyata. Selain memperkuat ketahanan pangan di lingkungan internal, kegiatan ini juga menjadi simbol transformasi pemasyarakatan yang tidak hanya berorientasi pada pembinaan hukum, tetapi juga pemberdayaan dan kemandirian.
Komitmen tersebut sejalan dengan arah kebijakan nasional dalam memperkuat sektor pangan serta meningkatkan kualitas pembinaan di seluruh satuan kerja pemasyarakatan di bawah naungan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan.
Andrew

