Batam — Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas IIA Batam, Yosafat, menegaskan komitmennya terhadap keterbukaan informasi publik melalui kegiatan silaturahmi bersama insan pers, Rabu, 1 April 2026. Pertemuan yang berlangsung hangat ini menjadi upaya mempererat hubungan sekaligus memperkuat sinergi antara Lapas Batam dan media.
Kegiatan tersebut dihadiri jajaran pimpinan struktural Lapas Batam, di antaranya Kepala Seksi Pengamanan Andre, Kepala Seksi Kegiatan Kerja Agus, Kepala Seksi Bina Administrasi dan Kependudukan Gandy, serta Kepala Seksi Keamanan dan Ketertiban Heri Kusnadi. Kehadiran para pejabat ini mencerminkan kesatuan komitmen dalam mendorong transparansi dan peningkatan layanan pemasyarakatan.
Dalam sambutannya, Yosafat menekankan pentingnya peran media sebagai mitra strategis dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat. Ia menyebut, hubungan yang baik dengan pers menjadi kunci dalam membangun kepercayaan publik.
“Pertemuan ini bukan sekadar seremonial, melainkan ruang untuk memperkuat komunikasi dan membangun kepercayaan melalui pemberitaan yang objektif,” kata Yosafat.
Ia juga menegaskan bahwa Lapas Batam terbuka terhadap masukan dan kritik dari media. Menurut dia, keterbukaan menjadi bagian penting dalam upaya perbaikan berkelanjutan.
“Kami menyadari tidak ada sistem yang sempurna. Masukan dari media sangat berarti bagi peningkatan kinerja kami. Kami memandang media sebagai mitra, bukan lawan,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Seksi Pengamanan Andre memastikan kondisi keamanan dan ketertiban di Lapas Kelas IIA Batam saat ini dalam keadaan kondusif. Ia mengatakan penguatan pengamanan dilakukan melalui peningkatan pengawasan, koordinasi antarpetugas, serta penerapan prosedur standar.
“Kondisi saat ini aman dan terkendali. Kami terus memperkuat sistem pengamanan secara menyeluruh,” kata Andre.
Meski demikian, ia menegaskan pendekatan humanis tetap menjadi bagian penting dalam pembinaan warga binaan. Menurut Andre, pendekatan persuasif diperlukan agar narapidana dapat menjalani masa pidana dengan baik dan siap kembali ke masyarakat.
“Kami mengedepankan pendekatan yang manusiawi agar warga binaan termotivasi untuk berubah menjadi lebih baik,” ujarnya.
Dari pihak media, perwakilan wartawan Jay mengapresiasi keterbukaan yang ditunjukkan oleh Kalapas dan jajarannya. Ia menilai komunikasi yang terjalin selama ini membantu jurnalis menyajikan informasi yang lebih akurat dan berimbang.
“Kami merasakan perbedaan yang signifikan. Akses informasi lebih terbuka dan komunikasi berjalan baik, sehingga pemberitaan menjadi lebih sehat dan tidak menimbulkan keresahan,” kata Jay.
Kegiatan ditutup dengan diskusi santai dan makan bersama. Lapas Batam berharap hubungan dengan insan pers dapat terus terjaga guna mendukung penyampaian informasi yang konstruktif dan mendorong peningkatan kualitas layanan pemasyarakatan.
Kaverwil Anderew
